Palu Hari Ini

Pemkot Palu Latih 40 Warga Kelurahan Lambara Kembangkan Objek Wisata Lokal

Farid Yotolembah sudah mencoba merubah bantaran sungai menjadi objek wisata jajanan kekinian.

Editor: mahyuddin
TribunPalu.com/Alan Sahril
Pemerintah Kota Palu menggelar pelatihan pemberdayaan masyarakat dalam mengembangkan potensi Objek Wisata lokal. Pelatihan tersebut digelar di Hotel Parama Su, Jl Domba, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (28/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU- Pemerintah Kota Palu menggelar pelatihan pemberdayaan masyarakat dalam mengembangkan potensi Objek Wisata lokal.

Pelatihan tersebut digelar di Hotel Parama Su, Jl Domba, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (28/10/2021).

Sebanyak 40 orang mengikuti pelatihan tersebut, berasal dari Kelurahan Lambara, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu.

Rencanya, pelatihan tersebut berlangsung selama tiga hari.

Baca juga: Pesepakbola Asal Palu Bikin Jurnalis Polandia Kagum, Golnya untuk Timnas Indonesia U-23 Jadi Sorotan

Kepala Dinas Pariwisata Kota Palu Farid Yotolembah menuturkan, meski tidak mempunyai kawasan pertanian dan perkebunan.

Namun Kota Palu dikenal dengan sebutan Kota Lima Dimensi.

Yaitu memiliki kawasan pengunungan, laut, sungai, lembah dan bukit.

Olehnya, Farid Yotolembah mendorong para peserta pelatihan untuk mengembangkan potensi yang ada.

"Ini yang harus kita kembangkan," kata Farid Yotolembah

Farid Yotolembah sudah mencoba merubah bantaran sungai menjadi objek wisata jajanan kekinian.

Baca juga: Rela Ceraikan Suami Demi Tidur Bareng Oknum PNS, Mama Muda Ini Menyesal Usai Dihamili

Bekerja sama dengan masyarakat setempat, Dinas Pariwisata Kota Palu memberikan bantuan 16 box kontainer untuk usaha.

Hasilnya, dalam dalam sehari para warga mendapatkan pemasukan sekitar Rp 4 Juta.

"Itu sudah berjalan tiga bulan, dan setelah saya evaluasi itu rata-rata satu box pendapatannya Rp 250 ribu permalam, dan kalau di kali dalam satu bulan itu menghasilkan Rp 120 juta," tutur Farid Yotolembah.

Farid Yotolembah menambahkan, jika pemasukan itu bisa bertahan selama setahun, maka pendapatan yang dihasilkan dari bantaran sungai itu mencapai Rp 1 miliar lebih.

Olehnya, Farid Yotolembah berharap, melalui pelatihan ini, warga Lambara dapat mencontoh dan mengembangkan objek wisata yang ada.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved