Luhut Didesak Mundur Usai Dituding Berbisnis PCR, Jokowi Mania: Jangan Jadi Luka Bagi Presiden

Desakan kepada Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan agar mundur dari jabatannya kini mengalir deras.

Editor: Muh Ruliansyah
handover
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan. 

TRIBUNPALU.COM - Desakan kepada Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan agar mundur dari jabatannya kini mengalir deras.

Desakan itu muncul setelah Luhut dituding ikut berbisnis PCR di tengah pandemi Covid-19.

Salah satunya datang dari relawan Jokowi Mania atau JoMan.

Ketua Jokowi Mania (Joman) Imanuel Ebenezer mendesak Luhut segera mundur dari jabatannya.

"Lebih baik lagi Pak LBP mengundurkan diri dengan secara terhormat karena apapun kejadian kemarin bangsa ini terkenal bangsa yang memaafkan," kata pria yang karib disapa Noel itu dalam program Sapa Indonesia Pagi di Kompas TV, Senin (8/11/2021).

Baca juga: Update Daftar Harga dan Spesifikasi HP Vivo Awal November 2021: Vivo V20 Seharga Rp4,6 Jutaan

Menurut dia, bila Luhut tak ingin mengundurkan diri, maka sebaiknya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan ketegasannya dengan mengganti Luhut dalam reshuffle Kabinet Indonesia Maju nanti.

"Dengan mengakui beliau berbisnis, tunjukkan juga ksatria lainnya dia mengundurkan diri, itu lebih terhormat. Jangan ini menjadi sandungan atau luka di lingkungan Presiden. Saran kami Pak LBP mengundurkan diri," ujarnya.

Ia menyebut, setidaknya kini ada enam sampai tujuh menteri yang kinerjanya jeblok dan sudah selayaknya menjadi catatan Kepala Negara untuk segera melakukan reshuffle kabinet.

"Ada menteri yang sibuk berbisnis, pasang baliho, ada juga beberapa menteri-menteri yang sibuk menikmati kebijakannya," katanya.

Ia menilai, bila Presiden Jokowi tak segera melakukan perombakan di dalam struktur Kabinet Indonesia Maju, dikhawatirkan nantinya akan berimbas terhadap penilaian masyarakat yang buruk.

"Jadi kalau tidak ada kebijakan. Ini tahun krusial, kalau seandainya presiden salah ambil kebijakan, berantakan itu legacynya," kata dia.

Baca juga: 4 Pemain Bintang Man United akan Cabut Bulan Januari, Tak Tahan dengan Kepemimpinan Solskjaer

Sebelumnya, Jubir Luhut, Jodi Mahardi mengatakan ada unsur politis di balik tudingan terlibat dalam bisnis alat tes PCR.

"Kita tahu ini semua didasari latar belakang politis untuk kepentingan kelompok tertentu," kata Jodi seperti dikutip dari Live Streaming KOMPAS TV, Minggu (7/11/2021).

Luhut dikabarkan memiliki saham tak langsung di PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI), perusahaan penyediaan tes PCR.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved