Berita Populer Sulteng

Berita Populer Sulteng: Banjir di Tolitoli hingga Ikan Paus Terdampar di Banggai Laut

Berikut tiga Berita Populer Sulteng di TribunPalu.com, sejak kemarin, Selasa (9/11/2021) hingga hari ini, Rabu (10/11/2021).

Humas Polsek Basidondo
Kondisi banjir di desa Kayulompa, Tolitoli, Senin (8/11/2021) 

TRIBUNPALU.COM - Berikut tiga Berita Populer Sulteng di TribunPalu.com, sejak kemarin, Selasa (9/11/2021) hingga hari ini, Rabu (10/11/2021).

4 Desa di Kecamatan Basidondo Tolitoli Terendam Banjir menjadi salah satu Berita Populer Sulteng di TribunPalu.com kemarin.

Selain itu ada juga Berita Populer Sulteng lainnya mengenai Ikan Paus Sepanjang 12 Meter Terdampar di Banggai Laut.

1. 4 Desa di Kecamatan Basidondo Tolitoli Terendam Banjir

Akibat hujan deras, 4 desa di Kecamatan Basindondo Kabupaten Tolitoli terendam banjir.

Empat desa tersebut yaitu Desa Sibaluton Dusun KM 4, Desa Basi, Desa Kayulopa dan Desa Kongkomos.

Menurut Kapolsek Basidondo Ipda Lubis mengatakan, hujan mengguyur wilayah itu dimulai dari pukul 15.00 Wita.

Akibatnya, wilayah tersebut mengalami banjir, Senin (8/11/2021) malam.

Adapun wilayah titik terdampak banjir akibat hujan tersebut yaitu : 

1. Desa Sibaluton Dusun KM4 yaitu Masjid Desa Sibaluton, Puskesmas Km 4, Komplek Lapangan Desa Sibaluton, Jl Trans Sulawesi KM 4 dan Dan Dusun 1.

2. Desa Basi yaitu rumah dan perkebunan warga.

3. Desa Kayulompa yaitu di Jl Trans Sulawesi Dusun Lugus dan rumah warga

4. Desa Kongkomos yaitu rumah dan perkebunan warga.

"Banjir di wilayah Kecamatan Basidondo disebabkan curah hujan dengan intensitas tinggi dari pukul 14.00 sampai dengan pukul 17.00 Wita, sehingga mengakibatkan air sungai dari Pegunungan Desa Sibaluton dan Pegunungan Kayulompa meluap dan menggenangi rumah pemukiman warga, serta perkebunan warga," ungkap Ipda Lubis, Selasa (9/11/2021).

Menurut Kapolsek Basidondo juga, belum diketahui kerugian material sampai saat ini.

"Personel Polsek sampai saat ini tetap Standby untuk monitor banjir," pungkasnya.

2.  Pembelian Solar Dibatasi Rp 250 Ribu

Antrean Solar di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palu, Sulawesi Tengah masih terjadi. 

Hal ini seperti tampak di SPBU Jl Diponegoro, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu. 

Pantauan TribunPalu.com, Senin (8/11/2021) sore, antrean truk bahkan mengular hingga di bahu jalan sepanjang 500 meter. 

Di sisi barat SPBU Diponegoro, puluhan truk juga tampak mengantre nyaris hingga di bibir pantai Teluk Palu

"Kalau saya sih belum lama datang. Untuk jatah pembelian hanya dibatasi Rp 250 ribu. Kalau antrean begini, entahlah hari ini dapat atau tidak. Soalnya ada teman-teman supir bahkan sampai menginap untuk dapat solar," ujar seorang supir truk Wahyudin. 

Dalam beberapa waktu terakhir, Pertamina mencatat kenaikan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) produk solar subsidi sebesar 15 persen. 

Hal ini seiring penurunan level Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hampir di seluruh wilayah, termasuk Sulawesi Tengah. 

Dalam keterangan resmi diterima TribunPalu.com, Pertamina menyebut penyaluran BBM jenis solar subsidi telah diatur dalam regulasi pemerintah. 

Regulasi tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 69 Tahun 2021 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.

"Penerima manfaat solar subsidi ini dibagi ke beberapa sektor di antaranya Usaha Mikro, Usaha Perikanan, Usaha Pertanian, Transportasi dan juga pelayanan umum,” ungkap Area Manager Communication, Relations, & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Laode Syarifuddin. 

Laode menuturkan, pihaknya menyiapkan build up stock sebesar 20% dari hasil koordinasi dengan BPH Migas untuk dapat melakukan relaksasi kuota solar. 

Adapun kebutuhan mesin perkakas usaha mikro, kapal ikan dengan ukuran mesin maksimum 30 GT, pembudidaya ikan skala kecil (kincir) dan pertanian dengan luas maksimal dua hektar membutuhkan verifikasi dan rekomendasi instansi terkait untuk dapat membeli Solar Subsidi.

Demikian pula peternakan menggunakan mesin pertanian, proses pembakaran, penerangan di krematorium, panti asuhan, tempat ibadah, panti jompo, rumah sakit tipe C, D dan puskesmas. 

Untuk sektor transportasi laut, Solar subsidi digunakan untuk transportasi air yang menggunakan motor tempel dengan verifikasi dan rekomendasi instansi terkait. 

"Sarana transportasi laut berupa angkutan umum atau penumpang, sungai, danau, penyeberangan dan kapal pelayaran rakyat/perintis berdasarkan kuota yang ditetapkan pemerintah," ujar Laode. 

"Di sisi transportasi darat, solar subsidi diperuntukkan bagi transportasi orang atau barang plat hitam dan kuning (kecuali mobil pengangkutan hasil kegiatan perkebunan dan pertambangan dengan jumlah roda lebih dari enam), mobil ambulance, mobil pemadam kebakaran, pengangkut sampah dan kereta api umum penumpang maupun barang,” ucapnya menambahkan.

3. Ikan Paus Sepanjang 12 Meter Terdampar di Banggai Laut

Ikan Paus Terdampar di perairan Kokungan, Desa Posos Lalongo, Kecamatan Banggai Tengah, Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah, Selasa (10/11/2021) pagi.

Informasi dihimpun TribunPalu.com, Ikan Paus yang sudah mati ini panjangnya sekitar 12 meter dan berdiameter 1 meter.

"Iya pagi tadi ada Ikan Paus Terdampar di Kokungan. Tapi dalam keadaan mati," kata warga Banggai Laut, Fadlan.

Saat ini, pemerintah bersama warga setempat tengah berusaha mengevakuasi Ikan Paus itu ke tengah laut.

Karena jika dibiarkan akan menimbulkan bau busuk. 

Kabupaten Banggai Laut terdiri dari 7 kecamatan, 3 kelurahan dan 63 desa.

Daerah Otonomi Baru terbentuk 2012 itu kini dipimpin Sofyan Kaepa – Ablit Hi Ilyas.

(TribunPalu.com)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved