Jumat, 15 Mei 2026

Palu Hari Ini

Mengenal Perintis Al Azhar Mandiri Palu, yang Kabarnya Sebagai Murid Tercerdas Guru Tua

Yayasan Al Azhar Mandiri Palu menggelar pameran potret Keluarga Besar Abdul Basit Arsyad, di Hari Ulang Tahun (HUT) ke 37, Selasa (9/11/2021). 

Tayang:
Editor: Haqir Muhakir
TRIBUNPALU.COM/FANDY
KH Rustam Arsyad (kanan) bersama Habib Idrus bin Salim Aljufri (kiri) 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Yayasan Al Azhar Mandiri Palu menggelar pameran potret Keluarga Besar Abdul Basit Arsyad, di Hari Ulang Tahun (HUT) ke 37, Selasa (9/11/2021). 

Untuk mengenang sosok-sosok para pendiri Yayasan Al Azhar Mandiri Palu

Dari sekian banyak foto, terpajang potret wajah Kiai Haji (KH) Rustam Arsyad. 

Rustam Arsyad merupakan ayahanda dari Direktur Yayasan Al Azhar Mandiri Palu Abdul Basit Arsyad. 

Dalam foto bernuansa hitam putih itu, tampak KH Rustam bersebelahan dengan Habib Idrus bin Salim Al Jufri. 

KH Rustam Arsyad awalnya mendirikan lembaga pendidikan Madrasyah Ibtidaiyah dengan pengajian anak-anak 10 orang. 

Kemudian madrasah ini dikembangkan Abdul Basit Arsyad, anak kedua beliau menjadi SMP dan SMA Al Azhar Mandiri Palu sejak 2011 hingga sekarang. 

Belakangan, sekolah di bawah naungan Al Azhar Mandiri Palu dikenal sebagai sekolah terbesar dan favorit di ibu kota. 

Abdul Basit masih mengingat awal-awal pembangunan gedung SMP Al Azhar Mandiri Palu bersama mendiang sang ayah. 

Dirinya diajak untuk bertemu Abdul Rasyid, ayahanda Wali Kota Palu Hadianto Rasyid sekaligus Lurah Taipa kala itu. 

"Kami membangun gedung SMP Al Azhar di tahun 1988 bersama almarhum ayahanda pak wali kota. Sejak itu dan sampai saat ini Al Azhar terus berjalan," kata Basit.

Selain penceramah dan pendidik, KH Rustam Rasyid juga dikenal sebagai seorang politisi. 

Ulama kelahiran Palu, 23 September 1922 itu pernah menjabat anggota MPR RI 1981-1982 dan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Sulawesi Tengah 1978-1984.

KH Rustam Arsyad juga dianggap sebagai murid tercerdas oleh Pendiri Alkhairaat Habib Idrus bin Salim Al Jufri. 

Didirikan 11 Juni 1930, Alkhairaat dikenal sebagai lembaga pendidikan agama Islam terbesar di kawasan Indonesia Timur. 

Oleh warga Sulawesi Tengah, Habib Idrus bin Salim Aljufri akrab disapa Guru Tua

Ajaran Guru Tua soal keterbukaan, disiplin dan menyayangi semua kelompok ia terapkan di SMP dan SMA Al Azhar Mandiri Palu. 

KH Rustam Arsyad merupakan murid angkatan pertama Habib Idrus bin Salim Aljufri. 

Guru Tua menyebut KH Rustam dan teman-teman seangkatannya sebagai murid utama atau generasi perintis Pesantren Alkhairaat. 

Rustam pertama masuk sekolah di Madrasah Muallimin Alkhairaat 
pada 1933 selama 4 tahun. 

Dengan keberhasilan bimbingan Guru Tua, Rustam menjadi santri yang cerdas dan diangkat sebagai guru bantu pertama di madrasah Alkhairaat pada 1937.

Ketika KH Rustam Arsyad selesai pendidikan formal dan non formal pada 1953, dia diberi pengakuan keilmuan dan Ulama besar dari Guru Tua 1954.

Rustam kemudian diangkat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Alkhairaat selama dua periode (1955-1963). 

Dalam catatan Prof Noor Sulaiman, KH Rustam Arsyad sejak 1930-1969 berhasil mendirikan Alkhairaat di seluruh kawasan Indonesia khususnya bagian Timur. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved