Breaking News:

Menko Perekonomian

Progam Kartu Prakerja Dipuji Bank Dunia, Dinilai Berdampak Positif pada 3 Sektor Ekonomi

Dari sekian banyak program untuk mengatasi dampak Pandemi Covid-19, Kartu Prakerja dinilai paling berhasil membantu meringankan tekanan ekonomi.

Penulis: Rezha Rinaldy | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto 

TRIBUNPALU.COM - Dari sekian banyak program untuk mengatasi dampak Pandemi Covid-19, Kartu Prakerja dinilai paling berhasil membantu meringankan tekanan ekonomi masyarakat.

Pemerintah juga menjalankan berbagai program lainnya, mulai dari Bantuan Langsung Tunai, pemberian sembako gratis, hingga pemotongan biaya dan pajak.

Hal itu terlihat dari data keluaran Bank Dunia yang menyebut bahwa salah satu program andalan Presiden Joko Widodo itu memberi pengaruh sangat positif, khususnya terhadap modal usaha, konsumsi rumah tangga dan tabungan masyarakat.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua KPCPEN (Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional) menyebut, lansiran data lembaga internasional tersebut menjadi bukti bahwa rencana kerja pemerintah dalam mengatasi pandemi ini sudah sesuai jalurnya.

"Data tersebut juga menunjukkan bahwa kerja keras dan ragam kebijakan yang kita buat, sedikit banyaknya telah mampu mengatasi tekanan yang dialami masyarakat, termasuk dinikmati sebagian besar pedagang berbasis online, "ujar Airlangga di Jakarta, Rabu (10/11/2021) siang.

Baca juga: 107 Sangar Seni Asal Kota Palu Ikuti Musda Ke-6

Baca juga: Pelapor Akui Punya Bukti Baru Olivia Nathania Seret Nama Anies Baswedan dalam Penipuan Rekrutmen PNS

"Ini juga menjadi indikator bahwa masyarakat tak tinggal diam, stimulus yang diperoleh lewat program tersebut berhasil dmanfaatkan sebagaimana yang jadi harapan kita saat program ini diluncurkan,"imbuh Airlangga yang juga Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

Kartu Prakerja adalah sebuah kartu yang digalangkan dalam rangka program pelatihan dan pembinaan warga negara Indonesia yang belum memiliki keterampilan.

Program tersebut dipromosikan oleh Presiden Joko Widodo pada masa kampanye Pemilihan umum Presiden Indonesia 2019, bersama dengan KIP Kuliah dan Kartu sembako murah.

Namun selama masa pandemi Covid-19 kali ini, cakupan program ini diperluas dengan pemberian kesempatan secara lebih terbuka bagi masyarakat Indonesia yang ingin memiliki atau meningkatkan keterampilannya.

Sebelumnya, data positif terkait pemanfaatkan Kartu Prakerja untuk masyarakat terdampak pandemi Covid-19 ini juga disebut solusi efektif oleh Bank Dunia.

"Program-program bantuan cash seperti ini sangat diperlukan oleh negara berkembang yang terdampak Pandemi Covid-19," kata Managing Director of Development Policy and Partnerships Bank Dunia Mari Elka Pangestu.

Menurutnya, dari studi yang dilakukan lembaga ini, program tersebut secara langsung memberi dampak positif dan signifikan terhadap modal usaha, konsumsi rumah tangga, dan tabunngan.

"Model cash plus ini memberi tambahan manfaat dari program perlindungan sosial selain bantuan dana tunai, yakni dapat berupa pendidikan, pelatihan, maupun kesehatan," lanjut mantan Menteri Perdagangan era presiden SBY tersebut. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved