Breaking News:

Kabar Seleb

Anak Nia Daniaty Jadi Tersangka Kasus CPNS Fiktif, Hari Ini Diperiksa di Polda Metro Jaya

 Polda Metro Jaya sudah menaikan status kepada anak Nia Daniaty, Olivia Nathania dari saksi menjadi tersangka kasus dugaan penipuan, penggelapan, dan

Editor: Putri Safitri
Wartakota/Arie Puji wWluyo
Olivia Nathania (berbaju biru dan masker hitam) tiba di gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Senin (11/10/2021) pukul 11.50 WIB didampingi pengacaranya, Susanti Agustina. Anak Nia Daniaty Olivia Nathania Penuhi Panggilan Polisi sebagai Saksi Kasus Penipuan 

TRIBUNPALU.COM - Polda Metro Jaya sudah menaikan status kepada anak Nia Daniaty, Olivia Nathania dari saksi menjadi tersangka kasus dugaan penipuan, penggelapan, dan pemalsuan surat pendaftaran CPNS.

Hal itu dibenarkan oleh kuasa hukum Olivia, Suanti Agustina.

Ia mengatakan kalau Oi sapaan akrab Olivia sudah diperiksa kepolisian sejak pukul 07.00 WIB di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (11/10/2021).

"Sudah di sana di Polda sekarang. Saya pagi hari ini belum bisa ikut. Oi sekarang sudah di Polda dan sudah diperiksa deh. Dia Datang jam 7 pagi ya," kata Susanti saat dihubungi awak media.

"Sudah ditetapkan sebagai tersangka Oi nya. Penyidikan tersangka. Panggilan hari ini sebagai tersangka bukan saksi lagi. Sudah ditetapkan tersangka," tambahnya.

Baca juga: Sara Wijayanto Diminta Temui Arwah Vanessa dan Bibi, Demian Geram: Kami Punya Akal Sehat & Perasaan

Baca juga: Ayahanda Vanessa Angel Jadi Ahli Waris, Ungkap Keinginan yang Belum Terwujud Bersama sang Putri

Nia Daniaty dan Olivia Nathania rayakan ulang tahun (Instagram @niadaniatynew)

Sejauh ini hanya Olivia yang ditetapkan tersangka.

"Tersangka tunggal. Dua hari yang lalu surat penetapan tersangka diterima Oi," ujar Susanti.

Sebelumnya, Olivia Nathania dan suaminya, Rafly Noviyanto Tilaar dilaporlan oleh korban dugaan CPNS Fiktif, Karnu dan Agustin di Polda Metro Jaya pada 23 September 2021.

Laporan yang teregister dengan nomor LP/B/4728/IX/SPKT/Polda Metro Jaya itu menggunakan Pasal 378 dan atau Pasal 372 dan atau Pasal 263 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penggelapan, Penipuan, serta Pemalsuan Surat.

Baca juga: Jadwal Laga Timnas Indonesia Jelang Piala AFF Suzuki 2020: Jajal Kekuatan Afghanistan dan Myanmar

Baca juga: Tips Cara Orangtua Dampingi Anak agar Tak Kecanduan Gadget, Penting untuk Jadi Teladan yang Baik

Diduga korban dari kasus tersebut diklaim mencapai 225 orang dengan kerugian ditaksir mencapai Rp 9,7 miliar.
Gelar Perkara

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved