Breaking News:

Banggai Hari Ini

Desa Minakarya Banggai Jadi Lumbung Pangan, Pejabat Kemendes PDTT Kagum

Ia juga tidak bisa menyembunyikan rasa haru dan bangga karena kondisi desa itu sudah begitu luar biasa berkembang.

Penulis: Asnawi Zikri | Editor: mahyuddin
handover
Dirjen Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kemendes PDTT Aisyah Gamawati (Kiri) dan Anggota Komisi V DPR RI Sudewo (kanan) saat kunjungan ke Banggai Sulawesi Tengah 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Dirjen Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kemendes PDTT Aisyah Gamawati merasa bahagia dapat berada di Desa Minakarya, Kecamatan Moilong, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Penduduk kedua desa tersebut eks transmigran Jawa Timur dan Jawa Tengah. 

Ia bangga karena desa itu sudah begitu luar biasa berkembang. Bahkan, Minakarya adalah desa lumbung pangan. 

Baca juga: Komisi V DPR RI dan Kementerian PDTT Kunjungi Banggai, Ini Agendanya

Hasil panen di desa itu bukan hanya untuk Kabupaten Banggai saja, melainkan kabupaten tetangga bahkan provinsi lain. 

"Saya dengar beras di sini sudah ke Manado bahkan ke Maluku, ini semua berkat kerja keras dan semangat juang, tentu dibantu oleh Pemda setempat," kata Aisyah di hadapan warga Desa Minakarya, diperoleh TribunPalu.com melalui rilis tertulis, Sabtu (13/11/2021).

Anggota Komisi V DPR RI Sudewo mengatakan, kunjungannya ke Kabupaten Banggai untuk melaksanakan fungsi pengawasan.

Sehingganya ia hadir secara langsung melihat kondisi pembangunan di Desa Minakaya bersama pejabat kementerian lainnya.

Sudewo menilai, secara umum daerah itu sudah berkembang.

Tapi ada beberapa yang perlu ditangani pemerintah pusat.

Baca juga: Bupati Banggai Laut Minta Peran Aktif Orang Tua Kawal Pendidikan Anak

Misalnya Mercu yang berfungsi mengatur tinggi air. 

"Menurut laporan mercu bendungan yang ambrol sudah disurvei, hanya saya akan mendorong segera ditangani, mudah-mudahan tahun 2023 kondisi keuangan membaik sehingga bisa dianggarkan," tutur Sudewo. 

Kemudian penanganan abrasi pantai yang mengancam pemukiman penduduk.

"Kalau bisa buat pemecah ombak. Kemudian juga kalau ada sekolah yang rusak berat, silahkan ajukan ke kami untuk ditindaklanjuti," ucapnya.(*)

 
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved