Breaking News:

ISIS Ketar-ketir Diburu Taliban, Kekalahan di Afghanistan Sudah di Depan Mata: 600 Anggota Ditangkap

Anggota ISIS yang berada di Afghanistan kini nasibnya sedang di ujung tanduk.

Editor: Muh Ruliansyah
Handover
Taliban 

Nama ISIS mulai mencuat di Suriah pada 2014, dan diikuti terbentuknya sejumlah cabang di tempat lain termasuk ISIS-K di Khorasan, wilayah bersejarah yang mencakup bagian dari Afghanistan modern, Iran, Pakistan, dan Turkmenistan.

Mujahid mengatakan, tidak seperti ISIS di Timur Tengah, ISIS-K sebagian besar terdiri dari milisi lokal dan kehadirannya di Afghanistan bukanlah ancaman bagi negara lain.

Namun, kelompok itu mengaku bertanggung jawab atas serangkaian serangan berdarah sejak Taliban kembali berkuasa di Afghanistan.

Salah satu yang terbaru, pada awal November, milisi ISIS menyerang Rumah Sakit Militer Nasional Kabul, menewaskan sedikitnya 19 orang dan melukai lebih dari 50 korban.

Secara gamblang, ISIS-K dan Taliban bisa disebut sebagai musuh bebuyutan.

Baca juga: BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem pada Hari Ini 15 November 2021, 28 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

ISIS-K mengecam sikap Taliban yang memilih berunding dengan AS dan sekutunya, yang salah satu hasilnya adalah penarikan pasukan asing dari Afghanistan.

Presiden AS Joe Biden pun pernah mengakui jika ISIS-K merupakan musuh bebuyutan Taliban, dan mereka punya sejarah saling berperang satu sama lain.(*)

(Sumber: TribunPekanbaru.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved