Breaking News:

OPINI

Studi Kebijakan Pendaftaran Tanah dan Kriteria Tora Desa Bunga Sigi

Sajogyo Institute menilai percepatan pelepasan tanah terlantar di Hak Guna Usaha (HGU) PT Tulus Sintuwu Karya (PT TSK) perlu dilaksanakan segera.

Editor: mahyuddin
handover
Penggiat Sajogyo institute Rifqah Ramdhana Jufri, S.Pd,M.Pd 

Penulis: Rifqah Ramdhana Jufri, S.Pd,M.Pd

Penggiat Sajogyo institute

TRIBUNPALU.COM, SIGI - Desa Bunga, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah masuk usulan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) oleh pemerintah daerah.

Dari sekitar 417,11 Ha usulan TORA, 77 Ha di antaranya berada di wilayah HGU PT Tulus Sintuwu Karya (TSK), 139,56 Ha berada di Kawasan Hutan Lindung, dan 200, 37 Ha berada di Taman Nasional Lore Lindu

PT TSK telah mendapatkan sertifikat HGU sejak tanggal 24 maret tahun 1998.

Lebih jauh, dari data yang didapatkan dari ATR/BPN dapat diketahui bahwa masa berakhirnya HGU PT TSK baru akan selesai pada tanggal 6 maret 2033.

Artinya, HGU PT TSK secara de jure masih aktif dan memiliki kekuatan hukum yang mengikat pada pemilik HGU.

Namun demikian, menjadi persolan ketika PT TSK sejak tahun 2000-an sudah tidak lagi memenuhi kewajibannya, terutama sebagai perkebunan yang membudidayakan tanaman coklat atau kakau.

Tanaman kakao sudah terlantar dan tidak terurus lagi, situasi ini membuat warga di Desa Bunga mencoba untuk memanfaatkan tanah tersebut untuk pertanian, seperti awal ketika HGU belum ditetapkan.

Warga di Desa Bunga misalnya, adalah warga yang paling banyak memanfaatkan tanah tersebut sebagai lahan pertanian dan pemukiman.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved