UIN Datokarama
FTIK UIN Datokarama Palu Fokus Tingkatkan Intelektual dan Keterampilan Mahasiswa
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu terus melakukan peningkatan kapasitas intelektual, spiritual
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Moh Salam
TRIBUNPALU.COM, PALU - Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu terus melakukan peningkatan kapasitas intelektual, spiritual dan keterampilan mahasiswa.
Dekan FTIK UIN Datokarama Hamlan mengungkapkan, peningkatan kemampuan itu sebagai upaya menopang peningkatan akreditasi program studi.
"Jadi untuk tahun ini kami membangun arah dan kebijakan pengembangan organisasi kemahasiswaan dalam konteks, mendukung peningkatan akreditasi program studi," ujar Hamlan.
Ia mengatakan, Peningkatan kapasitas mahasiswa dilakukan lewat pelatihan kepemimpinan dan workshop pembinaan organisasi kemahasiswaan FTIK.
Pelatihan tersebut dilakukan secara berkesinambungan.
Baca juga: Alfamidi Palu Buka Lowongan Kerja di Banyak Posisi, Berikut Syaratnya
Baca juga: Calon Kades di Banggai Diimbau Ciptakan Situasi Kamtibmas Jelang Pilkades Serentak
Kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi kemahasiswaan di lingkup FTIK UIN Datokarama.
Antara lain meliputi Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), Senat Mahasiswa (SEMA) dan seluruh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS).
"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas mahasiswa untuk menjadi pemimpin yang professional, serta memotivasi mahasiswa agar memiliki jiwa profesional dalam mengelolah organisasi dan lebih menjaga sinergitas dengan visi misi kampus," tuturnya.
Hamlan menyebut peningkatan kapasitas mahasiswa juga untuk penguatan pengembangan kapasitas mahasiswa sebagai calon tenaga pendidik dan kependidikan.
"Nah, ini yang dikembangkan oleh FTIK. Selain mengembangkan dari aspek keilmuan pendidikan Islam meliputi pendidikan dan pengajarannya, juga wawasan Islam moderat yang menjadi landasan atas kompetensi yang dimiliki mahasiswa. Jadi, berbasis pada Islam moderat dan integrasi keilmuan," katanya.
"Karena menjadi seorang guru, tidak hanya memiliki kemampuan intelektualitas, tetapi harus memiliki kemampuan spiritualitas dan keterampialn," pesan Hamlan.
Hamlan menjelaskan, dalam membangun kapasitas mahasiswa yang tergabung dalam organisasi kemahasiswaan, menggunakan aspek pemanfaatan dan pelaporan keuangan, lewat literasi managamen keuangan.
"Kami melibatkan Satuan Pengawas Internal (SPI) untuk memberikan penguatan kepada mahasiswa mengenai penguatan laporan keuangan, agar mahasiswa mengetahui sistematika pelaporan keuangan," pungkasnya. (*)