Trending Topic

Isu Terlibat Bisnis PCR, Erick Thohir: Reputasi Bukan Untuk Menyakiti Orang Lain Demi Kekuasaan

Menteri BUMN Erick Thohir memberikan tanggapannya terkait tudingan keterlibatan dirinya dalam bisnis PCR.

Editor: Putri Safitri
(KOMPAS.com/Deti Mega Purnamasari)
Menteri BUMN Erick Thohir usai laporan kepada Menkopolhukam Mahfud MD di Kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (5/12/2019). 

TRIBUNPALU.COM - Menteri BUMN Erick Thohir memberikan tanggapannya terkait tudingan keterlibatan dirinya dalam bisnis PCR.

Dugaan Bisnis PCR yang dimaksud adalah layanan tes PCR dan antigen yang dijalankan di PT Genomik Solidaritas Indonesia (PT GSI).

Diketahui dalam perusahaan tersebut ada nama Garibaldi Thohir yang merupakan kakak dari Erick Thohir.

Erick pun dengan tegas membantah adanya tudingan tersebut.

Meski terus dikaitkan dengan isu bisnis PCR yang menghantam dirinya, Erick menegaskan tidak akan berbalik menjadi zolim kepada orang-orang yang menuding dirinya.

"Ramainya tudingan bisnis PCR yang menghantam InsyaAllah tidak membuat Saya berbalik menjadi zolim," kata Erick dalam cuitannya di akun Twitter pribadinya @erickthohir pada Senin (15/11/2021).

Lebih lanjut Erick mengatakan bahwa reputasi yang dimilikinya bukan dibangun untuk menyakiti orang lain, apalagi demi kekuasaan.

"Reputasi Saya dibangun bukan untuk menyakiti orang lain demi 'kekuasaan'," imbuhnya.

Erick mengakui memang banyak individu yang suka membangun persepsi negatif.

Namun Erick percaya bahwa kebanaran pasti akan terbukti.

"Banyak individu suka membangun persepsi negatif, tapi kebenaran pasti terbukti," ungkap Erick.

Erick Thohir.
Erick Thohir. (Instagram/erickthohir)

Banyak Kelompok Gagal Pikir Kaitkan Erick Thohir dengan Bisnis PCR

Diwartakan Tribunnews.com sebelumnya, Direktur Suropati Syndicate M Shujahri mengatakan banyak kelompok yang gagal pikir selalu mengaitkan aktivitas bisnis keluarga Erick Thohir memanfaatkan BUMN untuk memperkaya diri dan memperluas jejaring bisnis.

Isu tersebut, menurut Shujahri, terkesan lebih mengarah pada isu kebencian pribadi.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved