Sulteng Hari Ini

Kemenkumham Perluas Jangkauan Pengawasan Orang Asing di Sulteng

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulteng perluas jangkauan pengawasan orang asing Imigrasi di perairan Sulwesi Tengah (Sulteng).

Penulis: Ketut Suta | Editor: Haqir Muhakir
TRIBUNPALU.COM/SUTA
Rapat KoordinasinTim Pengawasan Orang Asing (Timpora) bertempat di Swissbel Hotel, Jl Malonda, Kelurahan Silae, Kota Palu, Sulteng, Rabun(17/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Ketut Suta

TRIBUNPALU.COM, PALU - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulteng perluas jangkauan pengawasan orang asing Imigrasi di perairan Sulwesi Tengah (Sulteng), Rabu (17/11/2021).

Itu dibahas dalam Rapat KoordinasinTim Pengawasan Orang Asing (Timpora) bertempat di Sweesbel Hotel, Jl Malonda, Kelurahan Silae, Kota Palu, Sulteng, Rabu (17/11/2021).

Dengan mengusung isu, penegakan hukum di perbatasan perairan wilayah Republik Indonesia (RI), Pengawasan Orang Asing dimasa Covid-19, dari Sudut Pandang Sosial, Politik serta Kearifan Lokal.

Kepala Kanwil Kemenkumham Sulteng Lilik Sujandi memgatakan, kegiatan dari bidang keimigrasian Kemenkumham itu juga merupakan program tahunan, dalam pengawasan orang asing.

Sehingga juga perlu membangun dan meningkatkan komunikasi dengan berbagai pihak.

Baca juga: Pohon Tumbang di Jl Balai Kota Palu Timpa Mobil Sedang Parkir

Baca juga: 5 Varian All New Avanza dan 3 All New Veloz Hadir di Sulteng, Banyak Fitur Canggih

Untuk menjalin mitra dalam pengawasan orang asing setiap tahunya, agar mendapat informasi yang luas.

"Karena kerentanan pelanggaran keimigrasian, jadi perlu dibangun komunikasi dan informasi secara terus menerus," kata Lilik Sujandi.

Lilik juga menjelaskan, tujuan dari kegiatan itu untuk meminimalisir terjadinya aspek berbahaya lintasan orang asing.

Sehingga perlu adanya intregasi dan kerjasama dengan lembaga lain.

"Jadi di sinilah rapat koordinasi menjadi sangat penting," ujarnya.

Lilik mengatakan, bahwa tim pengawasan orang asing telah terbentuk sudah cukup lama.

Sehingga perlu dilakukan kegiatan-kegiatan pembahasan rapat koordinasi, agar tim selalu efektif.

"Agar mampu menjangkau wilayah-wilyah resiko terjadinya pelanggaran keimigrasian dan aspek lainya," jelasnya menuturkan.

Baca juga: Tersingkir di Babak Awal Indonesia Masters 2021, Praven/Melati Bantah Ada Masalah Komunikasi

"Sehingga perlu ada pergerakan yang dapat menjangkau lebih luas lagi, di sinilah perlu adanya saling mendukung antara kelembagaan di Sulteng," tuturnya menutupkan.

Rapat itu juga dihadiri oleh sejumlah instansi maupun lembaga negara di Sulteng.

Antaranya perwakilan Lanan Palu, perwakilan Polda Sulteng, Imigrasi Palu, perwakilan Korem 132/Tadulako, BNNP Sulteng, BIN, Bakesbangpol Sulteng, Bea dan Cukai, Dinkes Sulteng, Biro Hukum, dan lembaga lainya.

Selian itu juga dilakukan forum diskusi oleh bersama dengan beberapa pemateri yang tergabung dalam Timpora Sulteng.

Yakni, dari Kepala Pangkalan Operasi Bea dan Cukai Pantoloan, Kesbangpol Sulteng, Perwakilan Kepala Dinas Tenaga Kerja Sulteng, Badan Intelejen Negara (BIN), TNI-Polri, dan Kementerian Perhubungan.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved