Breaking News:

Sulteng Hari Ini

2 Hari, DTPH Sulteng Gelar Pasar Tani di Pekarangan Kantor

Pasar Tani itu dibuka Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulteng Trie Iriany Lamakampali.

Penulis: Moh Salam | Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM/SALAM
Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulteng menggelar pasar tani, Kamis (18/11/2021). Kegiatan itu dipusatkan di halaman Kantor Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulteng, Jl RA Kartini Kelurahan Lolu Selatan, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Moh Salam 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulteng menggelar pasar tani, Kamis (18/11/2021).

Kegiatan itu dipusatkan di halaman Kantor Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulteng, Jl RA Kartini Kelurahan Lolu Selatan, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu.

Pasar Tani itu dibuka Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulteng Trie Iriany Lamakampali.

Hadir Wakil Gubernur Sulteng Mamun Amir meninjau dan mendatangi satu persatu stand di Pasar Tani tersebut. 

Sebanyak 70 stand berdiri dan terisi oleh petani untuk mejajakan hasil panennya di Pasar Tani tersebut. 

Baca juga: 20 Keluarga Binaan di Kelurahan Taipa Dapat Dukungan DP3A Kota Palu

Kepala DTPH Sulteng Trie Iriany mengungkapkan, salah satu tujuan digelarnya pasar tani kali ini merupakan untuk mendekatkan antara konsumen dan petani secara langsung.

"Jadi Pasar tani ini untuk mendekatkan konsumen sama petani tanpa perantara, makanya fungsi pemerintah untuk memfasilitasi dan mendekatkan para petani produsen dengan konsumen secara langsung," ujarTrie Iriany.

Ini masih ada kaitannya dengan Hari Pahlawan, menurutnya, Petani adalah pahlawan karena menyediakan konsumsi pokok masyarakat. 

"Makanya kami mengapresiasi para petani dengan menggelar Pasar Tani ini," sebut Trie.

Dia menjelaskan, ada sejumlah hal yang perlu dilakukan pemerintah provinsi dalam menjawab tentang penerimaan harga layak yang langsung dirasakan petani.

Baca juga: Pengisian BBM di SPBU Kota Luwuk Banggai Diawasi Polisi

Di antaranya, memutus mata rantai pasokan produksi sampai di titiknya.

Harga yang dijual di pasar tani pastinya harga di bawah pasaran. 

"Jadi tidak ada perantara, sehingga harga yang ada memang benar-benar diterima oleh petani. Kami tidak ada mematok harga standar karena tidak bisa juga kami standarisasi, kalau kita bicara produk pasti ada kualitas sehingga tampilan juga menentukan harga," jelas Trie.

Rencananya pasar tani ini akan dibuka selama dua hari, yaitu Kamis-Jumat,18-19 November 2021.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved