Breaking News:

Sulteng Hari Ini

Ketua YLK Sulteng Sebut Diskon Akhir Tahun Cuma Gimik

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Sulawesi Tengah Salman Hadiyanto menyebut Tidak ada pemotongan harga yang jujur jelang pergantian tahun.

Penulis: Alan Sahrir | Editor: Haqir Muhakir
Handover/YLK SUlteng
Ketua Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Sulawesi Tengah Salman Hadiyanto 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Ketua Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Sulawesi Tengah Salman Hadiyanto menyebut Tidak ada pemotongan harga yang jujur jelang pergantian tahun.

Menjelang Libur Natal dan Tahun Baru 2022.

Sejumlah pusat perbelanjaan menjadi ajang pesta diskon di akhir tahun.

Tidak sedikit konsumen menanti datangnya kesempatan itu.

"Sebenarnya masyarakat tetap membeli dengan harga suatu produk tanpa diskon, logikanya mana ada pedagang yang mau rugi," sebut Salman Hadiyanto via telepon, Kamis (18/11/2021) sore.

Baca juga: YLK Sulteng Imbau Konsumen Jangan Mudah Tergoda Diskon Akhir Tahun

Salman Hadiyanto menyebut, pemberian diskon itu hanya sebuah praktik pelaku usaha dengan menaikan harga terlebih dahulu.

Kemudian baru memberikan diskon.

Menurut Salman Hadiyanto, praktik diskon itu dikarena banyak barang palsu.

"Maka dari itu masyarakat harus jeli dan teliti memilih barang," bebernya.

Salman Hadiyanto meminta kepada masyarakat untuk membandingkan harga sebelumnya terlebih dahulu saat berbelanja.

Hal itu untuk memastikan barang tersebut benar mendapatkan potongan harga.

"Misalnya coba masuk di toko baju pilih salah satu baju kemudian baju itu di beri tanda, setelah itu datang 4 bulan kemudian kalau masih ada itu baju coba periksa yang berubah pasti tidak ada, hanya saja harganya yang di naikan kemudian di tulis diskon 50 persen, kan itu sama saja dengan harga sebelumnya," jelasnya

Salman Hadiyanto menegaskan, tidak ada pusat perbelanjaan memberikan potongan harga tanpa menginginkan keuntungan.

"Saya menghimbau untuk masyarakat se-Sulawesi tengah kalau ada dapat penawaran diskon, ingat tidak ada pemotongan harga yang betul-betul jujur karena tahun tahun sebelumnya sudah banyak yang melakukan pengaduan terkait dengan potongan harga," imbaunnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved