Breaking News:

Perbandingan Kekayaan Amerika Vs China, Negeri Tirai Bambu Resmi Jadi Negara Paling Tajir

Perusahaan Konsultan Keuangan McKinsey & Co mencatat peningkatan kekayaan global dalam 20 tahun terakhir.

Editor: Muh Ruliansyah
Handover
Ilustrasi China dan Amerika Serikat 

China di tahun 2000 belum bergabung dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Baca juga: Teror Brutal KKB Papua Berlanjut, Karyawan Pabrik Ditembak dari Jarak Jauh, Begini Kronologinya

Di sisi lain, pertumbuhan kekayaan di Amerika Serikat tertahan oleh kenaikan harga properti yang lebih rendah.

Meski demikian, pertumbuhan kekayaan di Amerika Serikat mencapai dua kali lipat pada dua dekade terakhir menjadi sekitar 90 triliun dollar AS.

Di kedua negara terkaya di dunia tersebut, lebih dari dua pertiga kekayaan dimiliki oleh 10 persen rumah tertangga terkaya.

Porsi kepemilikan 10 persen orang terkaya tersebut pun kian besar setiap tahun.

Berdasarkan laporan McKinsey, 68 persen dari total kekayaan dunia disimpan di real estat, seperti infrastruktur, mesin dan peralatan, ada pula yang dalam bentuk harta tak berwujud seperti kekayaan intelektual dan paten.

Baca juga: Sosok Menantu Luhut, Mayjen Maruli Simanjuntak yang Diisukan Jadi Pangkostrad Baru

Sedangkan AS mencatat kekayaan bersihnya naik menjadi USD 90 triliun di periode yang sama, tapi tidak bisa mengalahkan China karena kenaikan harga properti yang ditahan.

"Perlu dicatat bahwa baik AS dan China, lebih dari dua pertiga kekayaan dipegang oleh 10% rumah tangga terkaya, dan bagian mereka telah meningkat," tulis laporan itu dimuat Bloomberg sebagaimana dikutip dari India Today, Rabu (17/11/2021).

"Aset tak berwujud seperti kekayaan intelektual dan paten juga menghasilkan sejumlah kecil kekayaan bersih global," tulis laporan itu lagi.(*)

(Sumber: TribunPekanbaru.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved