Viral

Ingat Kasus 'Saya Satpol' di Gowa? Pasutri Pemilik Cafe Jadi Tersangka karena Bohong Hamil

Polres Gowa, Sulawesi Selatan telah menetapkan NH (26) dan RI (34) sebagai tersangka telah berbohong tentang kehamilan sang istri.

Editor: Putri Safitri
Handover
Tangkapan layar detik-detik oknum Satpol PP menampar wanita hamil saat razia PPKM di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu (14/7/2021) malam. 

TRIBUNPALU.COM - Pernah viral di media sosial aksi penganiayaan anggota Satpol PP kepada Pasutri pemilik warung kopi di Gowa.

Kini, Pasutri tersebut menjadi tersangka pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi elektronik (ITE) berdasarkan laporan salah satu organisasi masyarakat (ormas) yang merasa keberatan.

Polres Gowa, Sulawesi Selatan telah menetapkan NH (26) dan RI (34) sebagai tersangka berdasarkan hasil gelar perkara pada Kamis (18/11/2021).

Ormas itu menilai bahwa Pasutri ini telah berbohong tentang kehamilan sang istri.

"Benar dari hasil gelar perkara tadi siang bahwa kedua Pasutri tersebut ditetapkan sebagai tersangka terkait pelanggaran UU ITE berdasarkan laporan salah satu ormas," kata Kasat Reskrim Polres Gowa Sulawesi Selatan AKP Boby Rachman, melalui sambungan telepon seluler, pada Kamis (18/11/2021).

Baca juga: Mahasiswa yang Debat Kang Dedi Mengaku Dilempari Kepala Tikus: Mengapa Mereka Benci Saya?

Baca juga: Debat Kang Dedi Soal Kompetensi Punguti Sampah, Yudha: Panik Banyak Mata Menuding Saya

Meski demikian, Pasutri tersebut belum menjalani penahanan oleh penyidik dan akan dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka.

"Kami belum melakukan penahanan dan minggu depan akan dilakukan pemanggilan untuk diperiksa sebagai tersangka sebab pemeriksaan sebelumnya keduanya masih berstatus sebagai terlapor" kata Boby.

NH dan RI sendiri terjerat Pasal 14 ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 1946 dan atau pasal 45 A ayat 2 UU 19 Tahun 2016 perubahan UU 11 Tahun 2008 tentang ITE lantaran diduga memberikan informasi palsu terkait kehamilan RI saat dianiaya oleh Mardani Hamdan, Sekretaris Satpol-PP Kabupaten Gowa.

Mardani kini sudah berstatus narapidana kasus penganiayaan dengan vonis lima bulan penjara oleh majelis hakim. Kasus ini terjadi pada Rabu (14/7/2021) lalu di warung kopi milik Pasutri NH dan RI saat aparat gabungan menggelar razia PPKM.

Viral video oknum Satpol PP pukul wanita hamil 9 bulan di Gowa, Sulawesi Selatan.
Viral video oknum Satpol PP pukul wanita hamil 9 bulan di Gowa, Sulawesi Selatan. (Handover)

Pasutri ini terlibat adu mulut dengan salah seorang petugas yang belakangan diketahui pelaksana tugas harian (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gowa.

Adu mulut itu berujung pada penganiyaan yang dilakukan oleh Mardani Hamdan yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris Satpol-PP Kabupaten Gowa.

Kasus penganiayaan ini kemudian viral dan mendapat beragam tanggapan dari berbagai kalangan hingga presiden.

Dilaporkan soal Hoaks Hamil

Usai membuat heboh karena menjadi korban pemukulan oknum Satpol PP di Gowa, Sulawesi Selatan, kini sang wanita pemilik warkop juga dilaporkan ke polisi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved