Breaking News:

Semakin Berkuasa, Taliban Larang Tayangkan Sinetron dan Drama yang Memiliki Aktor Wanita

Semakin berkuasa, Otoritas Taliban Afghanistan mengeluarkan "pedoman agama" baru bagi warga afghanistan pada Minggu (21/11/2021).

Editor: Putri Safitri
Handover
Anggota Taliban 

Taliban juga dilaporkan memukuli dan melecehkan sejumlah wartawan Afghanistan, padahal mereka berjanji akan menegakkan kebebasan pers.

“Pedoman agama” Taliban untuk jaringan TV ini muncul setelah dua dekade pertumbuhan eksplosif media independen Afghanistan di bawah pemerintah yang didukung Barat yang memerintah negara itu hingga 15 Agustus.

Pasukan Taliban sedang berpatroli di atas kendaraan.
Pasukan Taliban sedang berpatroli di atas kendaraan. (AFP)

Puluhan saluran televisi dan stasiun radio didirikan dengan bantuan Barat dan investasi swasta segera setelah Taliban digulingkan pada tahun 2001.

Selama 20 tahun terakhir, saluran televisi Afghanistan menawarkan berbagai program. Seperti kontestasi penyanyi gaya "American Idol" hingga video music dan beberapa opera sabun Turki dan India.

Ketika kelompok itu sebelumnya memerintah dari tahun 1996 hingga 2001, tidak ada acara media Afghanistan yang menjadi topik pembicaraan.

Saat itu Taliban melarang televisi, film, dan sebagian besar bentuk hiburan lainnya, karena menganggapnya tidak bermoral.

Orang-orang yang tertangkap menonton televisi menghadapi hukuman, termasuk perangkatnya dihancurkan. Warga yang memiliki alat putar video akan dihukum cambuk di depan public.

Saat itu, hanya ada satu stasiun radio, Voice of Sharia, yang menyiarkan propaganda dan program-program Islam.

(*/ TribunPalu.com /Tribunnews.com)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved