Breaking News:

Palu Hari Ini

Kesbangpol Palu: Stigma Mayoritas dan Minoritas Sumber Perpecahan

 Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Palu Ansyar Sutiadi menghadiri kegiatan silaturahmi lintas agama.

Penulis: Alan Sahrir | Editor: Haqir Muhakir
Handover/Humas Pemkot Palu
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Palu Ansyar Sutiadi menghadiri kegiatan silaturahmi lintas agama. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Palu Ansyar Sutiadi menghadiri kegiatan silaturahmi lintas agama.

Kegiatan tersebut digelar di Gereja Bala Keselamatan Korps Towua Palu, Jl Towua, Kelurahan Birobuli Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Rabu (24/11/2021) pagi

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Palu bekerjasama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Palu.

Dalam kesempatan itu, Ansyar Sutiadi mengatakan, masyarakat Kota Palu yang majemuk terdiri dari berbagai agama, suku, ras, dan adat istiadat yang berbeda.

Keragaman ini, di satu sisi merupakan kekayaan budaya bangsa yang sangat berharga.

Baca juga: Tutorial Cara Mengganti Nomor WhatApp Tanpa Kehilangan Isi Chat di Nomor Lama

Baca juga: Gereja Eben Haezer Palu Diresmikan

Dan juga menjadi kebanggaan kita dan akan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya dalam pembangunan.

"Namun sebaliknya kemajemukan ini dapat menimbulkan konflik sosial, suku, ras bahkan agama yang sangat mengancam perpecahan dan integrasi nasional jika kita salah memanaje-nya," kata Ansyar Sutiadi.

Menurutnya, cara yang perlu dilakukan dalam rangka mewaspadai dan mencegah konflik adalah dengan membangun kesadaran untuk selalu memiliki sikap waspada.

Serta menjaga saling pengertian antara pemeluk agama di masyarakat dan tetap menjaga persatuan sebagai satu bangsa dan se-tanah air.

"Kegiatan silaturahmi lintas agama tersebut juga merupakan wujud nyata menyatukan semua elemen masyarakat di Kota Palu," ungkapnya.

Ansyar Sutiadi menegaskan, dalam menjalin kerukunan umat beragama di Kota Palu.

Ia tidak inginkan adanya stigma mayoritas dan minoritas.

"Karena persatuan umat beragama diharapkan terbangun bila semua umat beragama menyadari pentingnya perdamaian," imbuhnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved