Breaking News:

100 Hari Taliban Berkuasa, Kini Terdengar Jeritan Warga Afghanistan: Tak Ada Lagi Masa Depan

Taliban mengambil alih kekuasaan di Afghanistan usai militer Amerika Serikat hengkang dari negara tersebut.

Editor: Muh Ruliansyah
Kompas.com Via AP
Kekacauan di bandara Kabul. Warga Afghanistan dan Amerika Serikat berbondong-bondong menuju bandara setelah Taliban mengklaim telah menguasai Kota Kabul. 

Yakni, kekuatan seperti apa yang dibutuhkan untuk tetap pergi bekerja, hari demi hari, pekan demi pekan, bulan demi bulan yang semakin menyiksa, meski tanpa dibayar?

Tetapi, itu lah yang saya temukan. Dari petugas kesehatan di Kandahar hingga petugas kebersihan di rumah sakit Kabul, tidak ada petugas kesehatan publik di Afghanistan yang digaji sejak pemerintah jatuh dan bantuan asing terhenti.

Terlepas dari situasi itu, mereka masih datang bekerja, merawat masyarakat yang semakin putus asa di saat mereka sendiri semakin terpojok ke tepi jurang.

Nasreen bekerja sebagai petugas kebersihan di Rumah Sakit Anak Indira Gandhi di Kabul.

"Jika kami tidak bekerja, bayi-bayi ini akan meninggal, bagaimana mungkin kami bisa meninggalkan mereka?" kata Nasreen kepada saya.

Bangsal harus sebersih mungkin untuk memastikan pasien, yang kebanyakan berkondisi lemah serta kurang gizi.

Supaya mereka tidak terkena infeksi.

Nasreen mengatakan dia tidak mampu membayar transportasi, sehingga terpaksa berjalan kaki menuju tempat kerja.

Perjalanan itu melelahkan, dia harus menuruni sisi gunung, kemudian mendaki kembali setelah bekerja selama 12 jam.

Namun, betapa pun menyedihkannya para petugas kesehatan, pasien yang mereka rawat berada dalam kondisi yang jauh lebih buruk.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved