Breaking News:

100 Hari Taliban Berkuasa, Kini Terdengar Jeritan Warga Afghanistan: Tak Ada Lagi Masa Depan

Taliban mengambil alih kekuasaan di Afghanistan usai militer Amerika Serikat hengkang dari negara tersebut.

Editor: Muh Ruliansyah
Kompas.com Via AP
Kekacauan di bandara Kabul. Warga Afghanistan dan Amerika Serikat berbondong-bondong menuju bandara setelah Taliban mengklaim telah menguasai Kota Kabul. 

PBB menyatakan hampir 23 juta warga Afghanistan menghadapi kelaparan. 95 persen orang di negara ini tidak memiliki makanan yang cukup.

Di bangsal tempat Nasreen bekerja, Anda bisa melihat korban termuda akibat krisis ini.

Gulnara, yang baru berusia 3 tahun, menjadi sangat lemah sehingga dia hampir tidak bisa membuka mata.

Matanya cekung, rambutnya menipis, ketika dia tampak bangun, dia menangis kesakitan.

Inilah dampak kekurangan gizi akut pada anak-anak Afghanistan.

Juru bicara Taliban, Suhail Shaheen, menyalahkan masyarakat internasional dan mengatakan kepada saya bahwa penderitaan rakyat Afghanistan justru disebabkan oleh tindakan Barat.

"Jika mereka mengatakan bahwa negara ini sedang menuju bencana, kelaparan, dan krisis kemanusiaan, maka mereka bertanggung jawab mengambil tindakan yang tepat mencegah semua tragedi ini."

"Masyarakat internasional dan negara-negara lain yang berbicara tentang hak asasi manusia ... mereka harus mempertimbangkan kembali mengambil langkah-langkah yang berujung pada krisis kemanusiaan di Afghanistan," tambah dia.

Terlepas dari Anda mengamini analisisnya mengenai siapa yang harus disalahkan atau tidak, sebagian besar pengamat akan setuju bahwa solusi dari masalah ini bisa datang dari pendanaan internasional.

Ketika keran bantuan internasional dimatikan, ekonomi runtuh.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved