Sabtu, 2 Mei 2026

Trending Topic

Dulu Komentar Singkat, Kini Anies Baswedan Bicara Banyak Soal Formula E Usai Nama Jokowi Disebut

Nama Jokowi disebut pihak yang menentukan lokasi Formula E. Anies Baswedan yang sebelumnya hanya memberi komentar singkat, kini berbiacara banyak

Tayang:
Handover
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan 

TRIBUNPALU.COM - Belakangan ini, Nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut sebagai pihak yang menentukan lokasi Formula E.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang sebelumnya hanya memberi komentar singkat, kini berbiacara banyak soal Formula E.

Anies Baswedan membantah jika penentuan lokasi Formula E akan ditetapkan oleh Presiden Jokowi.

"Masa lokasi (ditentukan) Presiden? Ya enggalah. Lokasi kok, masa urusan lokasi kok Presiden," kata Anies kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (25/11/2021).

Anies menjelaskan bahwa yang menentukan lokasi penyelenggaraan Formula E adalah Formula E Operation (FEO), PT Jakpro, dan juga Ikatan Motor Indonesia (IMI).

"Yang menentukan itu ya FEO, IMI, dan Jakpro, tiga itu," kata Anies.

Baca juga: Kali Ini Bukan Jempol, Anies Baswedan Jawab Irit Soal Gelaran Formula E: Nice Try

Anies mengatakan akan ada klarifikasi terkait pernyataan yang menyebut bahwa lokasi penyelenggaraan Formula E akan ditentukan oleh Presiden Joko Widodo.

"Nanti diklarifikasi. Nanti IMI akan ada klarifikasi soal itu," tegasnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Tribunnews.com)

Baca juga: Jokowi Terseret Polemik Gelar Formula E, DPRD DKI: Makin Ngawur, Tak Perlu Bawa Nama Presiden

Sebelumnya diberitakan, Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo menyebut bahwa Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang bakal memutuskan lokasi untuk dijadikan sirkuit balap mobil listrik atau Formula E Jakarta (Jakarta E-Prix) 2022.

Bambang menjelaskan, ada lima opsi lokasi untuk menggelar ajang Formula E di Jakarta. Rinciannya, tiga opsi di Jakarta Utara dan dua opsi di Jakarta Pusat.

"Beberapa alternatif itu antara lain Jalan Jenderal Sudirman (Jakarta Pusat) itu satu, kemudian Pantai Indah Kapuk (Jakarta Utara), sekitar JIS (Jakarta Utara). Kemudian Jakarta International Expo Kemayoran (Jakarta Pusat), dan terakhir di Ancol (Jakarta Utara)" kata Bamsoet dalam konferensi pers di Black Stone Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/11/2021).

Anies Baswedan saat ditanya Wartawan soal gelaran Formula E

Begini tanggapan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat ditanya Wartawan soal gelaran Formula E.

Anies irit bicara waktu awak media menyinggung ajang balap mobil listrik itu.

Kali ini, Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan justru hanya bereasi singkat yang sama sekali tidak menjelaskan tentang kebijakan yang ngotot diperjuangkannya itu.

"Nice try," ujar Anies di Balai Kota DKI, Kamis (18/11/2021).

Respon ini berbeda dengan beberapa hari sebelumnya, Selasa (16/11/2021) lalu, Anies justru mengacungkan jempol menanggapi pertanyaan Formula E.

Reaksi ini diberikannya lantaran ia enggan buka suara terkait Formula E yang survei final untuk penentuan sirkuitnya kembali molor.

Sebagai informasi terbaru, lokasi lintasan balap atau sirkuit balap Formula E hingga kini masih misteri.

Ketua DPRD DKI: Jangan Bawa-bawa Jokowi

Sementara itu, Ketua DPRD DKI Pras menilai Presiden Jokowi tidak perlu diseret ke pusaran polemik Formula E seperti pada pernyataan Bamsoet soal penentuan sirkuit.

"Makin ngawur ini. Saya minta tak perlu membawa-bawa nama Presiden," kata Pras, Kamis (25/11/2021).

Pras mengklaim sejumlah pihak mendompleng nama Jokowi untuk melancarkan ajang balap Formula E di Ibu Kota.

Ia menilai upaya tersebut tak dapat dibenarkan, terlebih saat ini pelaksanaan Formula E di Jakarta telah menjadi kasus yang sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Karena sudah ratusan miliar uang rakyat yang sudah disetorkan ini. BPK pun menyatakan itu menjadi temuan. Jadi saya kira harus objektif lah dalam persoalan ini," jelas Pras.

Politikus PDIP ini pun menegaskan upaya yang dilakukan KPK sudah sejalan dengan maksud dari usulan hak interpelasi yang diajukan oleh 33 anggota Dewan Kebon Sirih.

"Dengan proses penyelidikan yang masih terus didalami KPK terhadap penyelenggaraan Formula E ini menguatkan bahwa niat kami di DPRD menggulirkan hak interpelasi sungguh-sungguh untuk kepentingan publik. Bukan kepentingan politik," tandasnya.

Penjelasan Istana

Sementara, Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Faldo Maldini, membantah bahwa penentuan lokasi venue Formula E ditentukan oleh Presiden Joko Widodo.

Faldo menegaskan bahwa hal tersebut merupakan tanggung jawab dari Pemprov DKI Jakarta dan panitia penyelenggara.

"Menanggapi pemberitaan bahwa venue, pemilihan jalur racing dan hal-hal lain dalam penyelenggaraan Formula E akan diputuskan oleh Presiden, kami sampaikan bahwa hal-hal tersebut menjadi tanggung jawab Pemprov DKI dan panitia penyelenggara," kata Faldo dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.tv, Kamis (25/11/2021).

Faldo mengatakan bahwa sejak awal, inisiatif dan skenario penyelengaraan Formula E merupakan ranah Pemprov DKI Jakarta.

"Oleh karena itu, semua terkait Formula E menjadi tanggung jawab Pemprov DKI," ujarnya.

Faldo menegaskan bahwa dinamika terkait penyelenggaraan adalah sepenuhnya tanggung jawab pemangku kebijakan dari Pemprov DKI Jakarta.

Namun, Faldo membenarkan bahwa Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meminta menghadap Presiden Jokowi bersama dengan CEO Formula E.

"Gubernur DKI Jakarta sudah ajukan waktu untuk menghadap Presiden, dengan mengajak serta CEO Formula E," katanya.

Tetapi, menurut Faldo, lebih baik Pemprov DKI dan panitia penyelenggaraan memprioritaskan untuk menuntaskan semua permasalahan terkait Formula E.

"Namun, sebaiknya pemprov DKI dan panitia penyelenggaran memprioritaskan dulu untuk menuntaskan semua permasalahan yang dihadapi. Venue, jalur, termasuk tata kelola, harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya, sesuai peraturan perundang-undangan dan kepatutan," katanya.

Sebelumnya diwartakan, Co Founder Formula E, Alberto Longo mengatakan lokasi sirkuit ajang balap Formula E akan diumumkan sebelum Natal 2021.

Dari lima calon lokasi yang tersedia di Jakarta pihaknya masih melakukan feasibility study (FS) terkait kelima jalur sirkuit itu.

"Belum ditentukan sirkuitnya di mana karena ini bukan hal mudah. Kami akan lakukan FS di lima lokasi sebelum diumumkan. Sebelum natal sudah diumumkan," ujar Alberto di Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu (24/11/2021).

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Bambang Soesatyo menegaskan Monas dan Gelora Bung Karno (GBK) tidak boleh menjadi sirkuit Formula E.

"Saya sudah pesan kepada Alberto, sirkuit atau lintasan Formula E tidak boleh di dua tempat. Pertama Monas, kedua GBK," tambahnya.

Ia membeberkan lima calon lokasi yang bakal dijadikan sirkuit berada di PIK, Sudirman, JIS, JiExpo Kemayoran dan Ancol.

Rencananya Alberto Longo akan mengajukan kelima calon sirkuit itu kepada Presiden RI, Joko Widodo.

"Beliau lah yang nanti akan mengambil keputusan," ujar Alberto.

Sementara itu, Sekretaris Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra, Syarif telah memberi lampu hijau perihal sirkuit Formula E.

Ia menyebut, dari lima alternatif yang ada, yang memungkinkan ialah di kawasan utara Jakarta.

"Bocorannya sih gitu (konpers terkait Formula E). Informasi itu sudah lama, saya pernah bilang sebelum akhir November. Jadi setelah datang gak lama. Paling empat hari, cek tempat mana yang paling visible lalu diumumkan awal Desember. Sekitar utara lah (untuk venue)," pungkasnya.

(*/ TribunPalu.com / Tribunnews.com)

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved