Breaking News:

JOB Tomori

VIDEO: Cerita Relawan Bank Sampah JOB Tomori Banggai, Diputusin Pacar Hingga Hidup Mewah

Sampah itu dikumpulkan dari rumah ke rumah kemudian dijadikan kerajinan tangan.

Penulis: Dimas Adi Satriyo | Editor: mahyuddin

TRIBUNPALU.COM, PALU - Pengelolaan sampah masih menjadi masalah serius di dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, utamanya sampah plastik.

Tiap menitnya, masyarakat Indonesia menghasilkan 13 ton sampah plastik berdasarkan data World Economy Forum 2020.

Untuk itu, ajakan dibutuhkan langkah bersama untuk melindungi lingkungan masyarakat.

Joint Operating Body Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) turut menyuarakan hal itu dengan membentuk bank sampah.

Koordinator Bank Sampah Montolutusan Indri Agustin menyebutkan, bank sampah mengelola sampah perusahaan dengan menggandeng bank sampah bentukan kabupaten.

Baca juga: JOB Tomori Sabet Dua Penghargaan dari Kementerian ESDM

Baca juga: JOB Tomori Bantu 1.000 Tabung Oksigen, Bersama Pemkab Banggai Siap Lawan Covid-19

“Kami sudah jalan tiga tahun. Kami ada lima divisi. Tiap divisi punya tugas, mulai tugas lingkungan hingga pengelolaan menjadi kerajinan,” jelas Indri saat hadir di Tribun Motesa-tesa bersama Kepala Comdev Job Tomori Yudi Yando, Jumat (26/11/2021).

Indri Agustin dan Yudi Yando mengisi program bertajuk Dari Sampah Jadi Berkah.

Indri menyebutkan, bank sampah Job Tomori dikendalikan 12 orang.

Sampah itu dikumpulkan dari rumah ke rumah kemudian dijadikan kerajinan tangan.

“Kami edukasi warga di desa kami untuk belajar dari YouTube kemudian dipraktekkan di lapangan membuat kerajinan,” jelas Indri.

Indri menjelaskan, banyak suka duka rekannya dalam tiga tahun menjalankan bank sampah.

"Teman-teman saya diputusin pacar gara-gara jemput sampah. Tapi saat ini mereka bisa ketemu orang-orang hebat, menginap di hotel bintang lima karena sampah," terangnya bercerita.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved