Breaking News:

Palu Hari Ini

Cuma di Teluk Palu, Emak-emak Tarik Tali Jangkar Kapal Tambang Dibayar Rp1,3 Juta Sepekan

Sekadar diketahui di jalur 31 km trans Palu-Donggala, setidaknya tercatat ada 28 perusahaan stone crusher.

Penulis: Haqir Muhakir | Editor: mahyuddin

TRIBUNPALU.COM, PALU - Inilah salah satu keunikan dan keragaman relasi ekonomi rakyat dengan perusahaan tambang di Indonesia.

Di Kelurahan Baluri, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, Sulawesi Tengah, warga kampung pesisir Teluk Palu, punya cara unik mendapatkan uang tambahan.

Saban pekan, ratusan warga berkumpul di dermaga kapal tongkang tambang pasir batu.

Dengan menarik tali tambang kapal tongkang mereka akan diberi uang sebesar Rp1,3 juta.

Uang itu kemudian dibagi rata ke warga RT kampung.

Inilah model company social responsibility (CSR) ala perusahaan tambang galian C di pesisir timur pantai timur Teluk Palu.

Baca juga: Donggala Bakal Jadi Kota Pelabuhan Lagi, Sekda: Rp 450 M dari APBN

Sekadar diketahui di jalur 31 km trans Palu-Donggala, setidaknya tercatat ada 28 perusahaan stone crusher.

Ada beberapa dari Jakarta, pulau Jawa Makassar dan Kalimantan.

Material batu ini dipakai untuk bahan baku jalan raya, bangunan, dan industri bahan bangunan.

"Itu jatah perusahaan tambang crusher galian C ke tiga RT , setiap ada tongkang yang berlabuh warga RT dapat giliran," kata Erniwati (35), kepada TribunPalu.com, Sabtu (27/11/2021) sore.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved