UIN Datokarama
Wadir Intelkam Polda Sulteng Ajak Mahasiswa UIN Datokarama Jaga Toleransi
Masalah terorisme telah menjadi keprihatinan bagi Indonesia dan masyarakat internasional.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat
TRIBUNPALU.COM, PALU - Wakil Direktorat Intelkam Polda Sulteng AKBP Satria Adrie Vibrianto mengajak mahasiswa UIN Datokarama untuk menjaga toleransi dan menghormati perbedaan.
Itu disampaikannya saat menjadi narasumber seminar nasional bertajuk "Terorisme, Antara Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia".
Kegiatan itu digelar Himpunan Mahasiswa Prodi Perbandingan Mazhab Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama di Aula Kantor Dinas Pendidikan Kota Palu Jl Bantilan, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Minggu (28/11/2021).
Satria mengatakan, masalah Terorisme telah menjadi keprihatinan bagi Indonesia dan masyarakat internasional.
Baca juga: Donggala Bakal Jadi Kota Pelabuhan Lagi, Sekda: Rp 450 M dari APBN
Terorisme di Indonesia acapkali terjadi karena kekeliruan seseorang dalam penafsiran keberagaman dalam menganut kepercayaan serta keyakinan.
"Indonesia dianugerahi keberagaman, itu harus disyukuri. Rasulullah mengajarkan kita untuk menghargai perbedaan," kata mantan Kapolres Banggai tersebut.
Satria memaparkan, Terorisme memiliki ciri utama yakni mengajak kepada sikap-sikap intoleransi.
Sehingga setiap orang, khususnya mahasiswa, harus memiliki kesadaran bela negara demi membendung radikalisme dan Terorisme.
Baca juga: Persib Bandung vs Arema FC: Misi Persib Kudeta Bhayangkara FC di Puncak Klasemen Diadang Arema FC
"Mahasiswa tentu ada rasa idealisme. Namun dalam konteks terorisme, idealisme harus didukung dengan asas kebangsaan," ucap Satria.
Selain AKBP Satria Adrie Vibrianto, akademisi Universitas Tadulako Harun Nyak Itam Abu dan Ketua Prodi Perbandingan Mazhab UIN Datokarama Taufan juga menjadi narasumber di seminar tersebut.(*)