Breaking News:

Parimo Hari Ini

Pemda Parimo Dapat Saran dari Septian Lamadlauw Atlet Paralayang Asal Gorontalo

Pemerintah Daerah Parigi Moutong (Parimo) dapat saran dari Septian Lamadlauw yang merupakan atlet Paralayang asal Provinsi Gorontalo.

Penulis: Nur Saleha | Editor: Muh Ruliansyah
Handover
Kejuaraan Paralayang KTM Celebes Friendly Open Gubernur Cup 1 2021 di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) digelar, Jumat (27/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Nur Saleha

TRIBUNPALU.COM, PARIMO - Pemerintah Daerah Parigi Moutong (Parimo) dapat saran dari Septian Lamadlauw yang merupakan atlet Paralayang asal Provinsi Gorontalo.

Dia memberikan saran terkait dengan tempat take off dan landing dari cabor Paralayang.

Pertama kata Septian, untuk tempat take off agar sebisa mungkin ditanami rumput atau dicor serta dipasang paving grass dengan tujuan agar payung atau parasut paralayang tidak rusak saat take off.

Kedua kata Septian, tempat landing ditanami rumput agar tidak merusak payung dan juga atlet yang turun tidak cidera.

“Di sini saya terbang kurang lebih 7 kali. Tempatnya enak, dekat laut anginya leminer jadi konstan, kemudian hanya ada beberapa saja karena cuaca masih hujan sedikit dihold atau mungkin karena angin terlalu kencang namun penerbangan di sini kami fine asik, kemudian masyarakat di sini welcome dengan kami begitupun pemerintahnya, fasilitasnya juga oke, pokoknya kami enjoy, kami menikmatinya,” jelasnya, Kamis (2/12/2021).

Anggota Polres Bonebolango itu juga menjelaskan, hambatan dalam dunia paralayang disebut obstacle sehingga dimaklumi karena masih langkah awal sehingga perbaikan venue perlu ditingkatkan.

“Mungkin ada beberapa perbaikan, dan itu sudah kami sampaikan kepada panitia lokal di sini. Nanti ke depannya diperbaiki tempat take offnya di atas ataupun landingnya di bawah. Tempat take off diberikan rumput atau didesain sedemikian rupa,” ujarnya.

“Tempat landing juga sudah bagus. Kalau landing alangkah baiknya diberikan rumput saja, supaya payung tidak rusak dan menjaga jangan sampai kita landing nantinya bisa cedera. Penempatan posisi landing sudah pas. Karena di sini juga ada beberapa alternatif landing seperti di sebelah ada lapangan, jadi apabila kita drop, sill atau down dalam istilah Paralayang ada alternatif Leanding lainnya,” tambah Septian.

Selain itu, Septian juga mengungkapkan Provinsi Gorontalo baru kali kedua mengikuti kejuaraan paralayang.

Sehingga pada kejuaraan paralayang di Tinombo Parimo belum maksimal.
Namun dengan begitu, dia berharap dikejuaraan berikutnya atlet dari Gorontalo bisa bergabung lagi.

“Karena kami di Gorontalo tempat terbang kami masih terbatas fasilitas dan infrastrukturnya, jadi untuk latihan saja belum signifikan, belum bisa dikatakan mencapai target. Masih banyak kekurangan kami di Gorontalo,” ungkapnya.

Diketahui, atlet Paralayang dari Gorontalo saat ini ada tujuh orang, dan Septan merupakan salah satu yang mengikuti kejuaraan Paralayang di Tinombo Parimo.

“Yang 6 orang ada di wilayah barat Gorontalo yaitu di Pohuwato dekat dari Tinombo kurang lebih 35 menit dari Moutong. Untuk area Kota Bonebolango kemungkinan baru saya sendiri karena saya mewakili Provinsi Gorontalo,”tutup Septian (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved