Breaking News:

Trending Topic

Usai Didepak KPK, Akhirnya Novel Baswedan Terima Tawaran Jadi ASN Polri, Ini Surat Pernyataannya

Akhirnya Novel Baswedan memutuskan untuk menerima tawaran menjadi ASN Polri. Ia juga telah membuat surat pernyataan kesediaan menjadi ASN

Editor: Putri Safitri
Tribunnews/Rizki Sandi Saputra
Hotman Tambunan (Kiri) dan Novel Baswedan (Kanan) bersama sejumlah mantan pegawai KPK 

TRIBUNPALU.COM - Akhirnya Novel Baswedan memutuskan untuk menerima tawaran menjadi ASN Polri.

Eks Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini juga telah membuat surat pernyataan kesediaan menjadi ASN di Korps Bhayangkara.

Keputusan itu diambil setelah Novel Baswedan mengikuti sosialisasi pengangkatan 57 eks pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi ASN Polri di Gedung TNCC, Mabes Polri, Jakarta Selatan.

"Saya posisi menerima (Jadi ASN Polri)," kata Novel Baswedan di Gedung TNCC, Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Senin (6/12/2021).

Novel Baswedan menjelaskan mayoritas eks pegawai KPK juga menerima tawaran menjadi ASN Polri. Alasannya, dia ingin berkontribusi membantu masalah korupsi yang semakin marak di Indonesia.

Baca juga: Jokowi Teratas Capres 2024 versi Indikator Politik, Masyarakat Ingin Presiden 3 Periode?

Baca juga: Resmi Lantik Jadi DPP Partai Ummat, Kini Amien Rais Susun Kekuatan Bertarung di Pemilu 2024

Penyidik KPK Novel Baswedan tiba di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2/2018). Novel kembali ke Indonesia setelah sepuluh bulan menjalani operasi dan perawatan mata di Singapura akibat penyerangan air keras terhadap dirinya.
Penyidik KPK Novel Baswedan tiba di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2/2018). Novel kembali ke Indonesia setelah sepuluh bulan menjalani operasi dan perawatan mata di Singapura akibat penyerangan air keras terhadap dirinya. (KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)

"Kenapa kami memilih itu pada akhirnya, kita tahu ya belakangan ini masalah korupsi, fenomena korupsi banyak terjadi. Bahkan bisa dikatakan masif banyak dan nilainya pun semakin lama kalau kita lihat semakin besar-besar," jelasnya.

Novel Baswedan menyebutkan upaya pemberantasan korupsi pun menurun seiring pelemahan di KPK. Hal itu terbukti dari upaya pimpinan lembaga anti rasuah yang tak menunjukkan kesungguhan dalam pemberantasan korupsi.

"Kita dihadapkan dengan situasi yang kurang menyenangkan di mana upaya memberantas korupsi yang dilakukan oleh KPK semakin turun dan pimpinan KPK juga setidak-tidaknya dari pandangan kami memandang bahwa kinerjanya juga semakin tidak menunjukkan sesuatu yang sungguh-sungguh atau yang serius dalam memberantas korupsi," jelasnya.

Baca juga: Balasan Menohok Novel Baswedan soal Pernyataan Nurul Ghufron: Pimpinan KPK Sekarang Suka Bohong

Baca juga: Kapolri Berani Atau Tidak? Novel Baswedan Siap Gabung Jadi ASN Polri Tapi Ada Syaratnya

Karena itu, dia mengapresiasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menunjukkan kesungguhannya memberantas korupsi bersama eks pegawai KPK.

"Ketika saya melihat atau paling tidak melihat penjelasan dari Pak Kapolri yang tampak bahwa ada seperti kesungguhan untuk memberantas korupsi terutama bidang pencegahan. Dan meminta kami untuk kesediaannya untuk ikut melakukan tugas-tugas dalam rangka berbakti untuk kepentingan bangsa dan negara, tentu pilihan itu menjadi sulit buat kami untuk menolak," tukasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved