Breaking News:

Hari Anti Korupsi Sedunia

Hari Anti Korupsi Sedunia, Ampibi Demo Kejati Tuntut Penyelesaian Kasus Korupsi di Sulteng

Aksi Masyarakat Peduli Birokrasi (Ampibi) Sulawesi Tengah menggelar aksi demo di depan kantor Kejaksaan Tinggi Sulteng, Jl Moh Yamin, Kelurahan Tatura

Penulis: Alan Sahrir | Editor: Haqir Muhakir
Alan
Aksi Masyarakat Peduli Birokrasi (Ampibi) Sulawesi Tengah menggelar aksi demo di depan kantor Kejaksaan Tinggi Sulteng, Jl Moh Yamin, Kelurahan Tatura Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Kamis (9/12/2021). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Aksi Masyarakat Peduli Birokrasi (Ampibi) Sulawesi Tengah menggelar aksi demo di depan kantor Kejaksaan Tinggi Sulteng, Jl Moh Yamin, Kelurahan Tatura Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Kamis (9/12/2021) siang.

Aksi demo itu dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia yang selalu dirayakan setiap tanggal 9 Desember.

Anggota Ampibi bernama Zulfikar dalam orasinya mengatakan, bahwa ketua Kejati Sulteng Jacob Hendrik Pattipeilohy penakut, karena Jacob Hendrik Pattipeilohy tidak mau menemui mereka.

"Kami ingin bertemu bapak Jacob Hendrik Pattipeilohy yang selogannya so berani tapi penakut," ungkapnya.

Zulfikar juga mengatakan bahwa Jacob Hendrik Pattipeilohy tidak serius dalam menangani setiap kasus korupsi yang berada di Kabupaten Parigi Moutong.

Ia menilai, Jacob Hendrik Pattipeilohy hanya berani kepada warga kecil.

Tetapi takut kepada orang yang memiliki jabatan tinggi.

"Penakut menyelesaikan kasus-kasus yang ada di Parigi Moutong dan Sulawesi Tengah. Sudah bosan kami lakukan audiensi tapi tidak pernah ketemu dengan pak Kejati. Kami cuman minta waktunya lima menit saja," bebernya.

Zulfikar mengancam akan pergi menghadap Kejaksaan Agung di Jakarta.

Dan akan melaporkan semua kasus korupsi yang belum selesai ditangani Kejati Sulteng.

"Kalau memang tidak, Insya Allah kita akan ke Jakarta menghadap Kejaksaan Agung. Dan demi Allah kami akan bertemu dengan bapak Kejaksaan Agung saat peresmian kantor Kejati Sulteng yang baru," tutur Zulfikar.

Di antara kasus korupsi yang hingga saat ini belum selesai ditangani oleh Kejati adalah dugaan korupsi objek wisata pantai Mosing di Parimo.

Kasus tersebut sudah berjalan satu tahun dan baru masuk dalam penyelidikan. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved