Breaking News:

Pendiri OPM Bertobat dan Kembali ke NKRI, Merasa Telah Ditipu Belanda

83 tahun silam, Nicholas Messet menjadi salah satu pemuda yang mengibarkan bendera bintang kejora di Papua.

Editor: Muh Ruliansyah
KOMPAS.com/BUDY SETIAWAN KONTRIBUTOR KOMPAS TV MANOKWARI
ILUSTRASI. Sejumlah massa dari masyarakat Papua yang membentangkan bendera bintang Bintang kejora lambang OPM dalam aksi unjuk rasa.(KOMPAS.com/ BUDY SETIAWAN KONTRIBUTOR KOMPAS TV MANOKWARI) 

TRIBUNPALU.COM - 83 tahun silam, Nicholas Messet menjadi salah satu pemuda yang mengibarkan bendera bintang kejora di Papua.

Bendera bintang kejora dikenal sebagai identitas Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Setelah melalui perjalan panjang selama 40 tahun, mencari makna kemerdekaan Papua, Nicholas Messet tiba pada satu keputusan penting dalam hidupnya.

Nicholas Messet memilih kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

Ia memutuskan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada tahun 2007 silam.

Nicholas Messet dalam sebuah video yang diunggah akun facebook Yudi Prasetyo Djojokusumo, medio 2020, secara gamblang mengisahkan perjalanan hidupnya.

Nicholas Messet
Nicholas Messet (Handover)

Mulanya, Nicholas Messet terhentak saat Nicolaas Jouwe, pemimpin Papua yang terpilih sebagai wakil presiden dari Dewan Nugini yang mengatur koloni Belanda, Nugini Belanda bercerita tentang pertemuannya dengan Presiden Amerika Serikat John F Kennedy.

Dalam pertemuan itu, Kennedy menyadarkan Nicolaas Jouwe bahwa dirinya telah dicurangi Belanda.

“Pada 24 Agustus 1828, Papua adalah bagian dari Hindia-Belanda. Itu artinya anda (Papua) adalah bagian dari Indonesia,” kata Kennedy kepada Nicolaas Jouwe, sebagaimana diceritakan Nicholas Messet dalam video tersebut.

Berdasarkan cerita Jouwe tersebut, Nicholas Messet kemudian memutuskan untuk pulang kembali ke Indonesia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved