Banggai

Viral di Media Sosial Penumpang Kapal Tujuan Banggai Melahirkan di Perjalanan, Bayinya Tak Tertolong

Pasien itu terpaksa melahirkan bayinya di atas kapal dibantu bidan dan keluarga.

Penulis: Asnawi Zikri | Editor: mahyuddin
handover
Video evakuasi ibu hamil dari KM Ledi Viera saat dalam pelayaran menuju Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, viral di media sosial. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Video evakuasi ibu hamil dari KM Ledi Viera saat dalam pelayaran menuju Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, viral di media sosial.

Ibu hamil yang belum diketahui identitasnya itu dikabarkan merupakan pasien rujukan dari RSUD Banggai, Kabupaten Banggai Laut, ke RSUD Luwuk Kabupaten Banggai.

Pasien itu terpaksa melahirkan bayinya di atas kapal dibantu bidan dan keluarga.

Pasien itu kemudian dievakuasi menggunakan kapal lain untuk dilarikan ke rumah sakit terdekat.

RSUD Trikora Salakan, Kabupaten Banggai Kepulauan, saat itu yang paling dekat.

Baca juga: Gubernur Sulteng Tunjuk Banggai gantikan Buol jadi Tuan Rumah Porprov 2022

Seorang penumpang KM Ledi Viera Rinaldi menyebutkan, kejadiannya pada Jumat (10/12/2021).

Peristiwa itu diktehuinya setelah melihat adanya kerumunan di dek kapal.

"Saya mencoba mendekat, ternyata ada seorang ibu yang melahirkan di kapal,” ucap Rinaldi, Sabtu (11/12/2021).

Meski ada sedikit kepanikan, lanjut dia, namun seorang bidan yang ditugaskan mendampingi pasien terlihat tenang dan menenangkan keluarga pasien.

Sang bidan langsung meminta kru kapal segera mengevakuasi pasien ke rumah sakit terdekat.

Tak pakai lama, nahkoda kapal menghubungi petugas Syahbandar Salakan agar mengirim speedboat bantuan.

Akhirnya, speedboat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tiba dan mengevakuasi pasien ke RUSD Trikora Salakan.

Baca juga: Kejari Banggai Tetapkan 3 Tersangka Kasus Korupsi Proyek Pembuangan Tempat Kotoran Manusia

Direktur RSUD Trikora Salakan dr Andi Fatriani Patsyar menyebutkan, kondisi pasien dan bayinya saat masuk rumah sakit masuk dalam kondisi kritis.

"Tim medis langsung menangani pasien dan bayinya," tutur Andi Fatriani.

Sang bayi mendapatkan penanganan insentif di ruang Perinatologi, ruang yang memberikan pelayanan kesehatan bagi bayi baru lahir.

Karena saat itu kondisinya telah Asfiksia atau tidak dapat bernafas spontan.

Usaha tim medis tidak membuahkan hasil. Sang bayi dinyatakan meninggal sekitar pukul 21.55 Wita.

"Bayi dinyatakan meninggal dunia, dan kondisi ibunya dalam keadaan sehat,” tutur dr Andi.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved