Breaking News:

Harbolnas Akhir Tahun, Berikut Tips Aman Belanja Online Ala BPKN RI

Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) berharap penyelenggaraan Harbolnas dapat memberi efek positif pada perekonomian nasional.

Penulis: Rezha Rinaldy | Editor: mahyuddin
tribunnews.com
Ilustrasi Belanja Online 

TRIBUNPALU.COM - Masyarakat Indonesia bersiap-siap menyambut Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) menjelang akhir tahun.

Merchant e-commerce pun berlomba-lomba menawarkan diskon besar-besaran.

Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) berharap penyelenggaraan Harbolnas dapat memberi efek positif pada perekonomian nasional.

Harbolnas diharapkan tidak hanya mendorong peningkatan penjualan produk dalam negeri, tetapi juga dapat menggerakkan sektor lainnya seperti transportasi dan logistik, sehingga memberikan dampak lebih besar bagi ekonomi nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan anggota Komisi Komunikasi dan Edukasi BPKN RI Heru Sutadi melalui rilis tertulisnya kepada TribunPalu.com, Minggu (12/12/2021).

Baca juga: Padahal Masih Pandemi, Tapi 6 Zodiak Ini Masih Hobi Belanja dan Tak Ada yang Bisa Menghalangi

Pada momentum Harbolnas, BPKN RI juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat berbelanja daring.

“Jangan mudah tergiur dengan berbagai “gimmcik” atau iming-iming diskon besar, cashback dan promo lainya. Konsumen juga harus lebih bijak dalam berbelanja. Berbelanjalah berdasarkan kebutuhan bukan keinginan,” kata Heru.

Heru menjelaskan, BPKN RI mencatat terdapat 3.177 pengaduan hingga awal Desember 2021, dan 481 pengaduannya berasal pada sektor e-commerce

Dari jumlah tersebut, pengaduan terkait sektor e-commerce merupakan tertinggi kedua terbesar setelah pengaduan sektor jasa keuangan yang masuk di BPKN-RI.

BPKN RI mengimbau konsumen memperhatikan banyak hal sebelum berbelanja secara online agar terhindar dari kerugian maupun tindak kejahatan pada Belanja Online

"Belanjalah berdasarkan kebutuhan bukan keinginan. Kemudian, pilih situs belanja online yang terpercaya," ujar Heru.

Baca juga: Bagaimana Tarif Iuran BPJS Kesehatan Jika Kelas-kelas Rawat Inap Dihapus? Ini Penjelasannya

Dia juga meminta konsumen menghindari penawaran yang tidak masuk akal dan memastikan platform e-commerce memiliki mekanisme pengaduan yang jelas.

“Jangan sungkan komplain bilamana barang yang diterima tidak sesuai pesanan, dan baiknya divideokan dari awal paket dibuka sehingga ada bukti jika produk dikembalikan karena cacat, salah ukuran, maupun tidak sesuai pesanan,” ucap Heru.

Haris Munandar, Ketua Komisi Kerjasama dan Kelembagaan BPKN RI menambahkan, Harbolnas 12.12 berpeluang menjadi kontributor kenaikan penjualan perdagangan elektronik pada kuartal IV/2021.

“Untuk itu, pelaku usaha selain memanfaatkan peluang berjualan di Harbolnas, juga harus memperhatikan kewajiban untuk memberikan produk berkualitas, informasi yang lengkap dan akurat mengenai produk serta diskon, termasuk mengganti produk bilamana cacat," jelas Haris.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved