Firli Bahuri Curhat KPK Kekurangan Pegawai, Rocky Gerung: Jadi ASN di Polri Aja Bareng Novel

Pengamat politik Rocky Gerung menyoroti curhatan Ketua KPK Firli Bahuri kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri 

TRIBUNPALU.COM - Pengamat politik Rocky Gerung menyoroti curhatan Ketua KPK Firli Bahuri kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Diketahui Firli Bahuri memberitahu Presiden Jokowi bahwa KPK kekurangan pegawai.

Pengakuan Ketua KPK Firli Bahuri bahwa KPK kekurangan pegawai diungkapkan saat momen Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2021.

"KPK tentu sangat menyadari atas keterbatasannya, hanya 1.602 sumber daya manusia yang ada di KPK," ujar Firli di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (9/12/2021).

Tak hanya kekurangan personel, Firli juga menyebut lembaga antirasuah itu tidak bisa mengembangkan institusinya karena dibatasi undang-undang.

Baca juga: Di Hadapan Jokowi, Ketua KPK Mengakui Kurang Personil, MAKI: 57 Pegawai Malah Ditendang dengan TWK

Baca juga: Jadi ASN Polri, Begini Gaji dan Tunjangan Novel Baswedan cs Dibandingkan Pegawai KPK

Dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK, kata Firli, KPK hanya diperbolehkan berkedudukan di Ibu Kota Negara.

Menanggapi keluhan tersebut, Rocky Gerung justru mengusukan agar Firli Bahuri mendaftar sebagai ASN di Polri bersama dengan Novel Baswedan.

"Saya usulkan Pak Firli melamar jadi ASN di Polri bersama Novel Baswedan, itu lebih jelas sinyalnya" ujar Rocky Gerung.

Tak hanya itu, Rocky juga menilai bahwa keluhan Firli menggambarkan bahwa kinerja KPK sudah tidak bisa diandalkan lagi.

"Artiya Pak Firli menganggap kemampuan KPK tidak bisa lagi diandalkan," sambungnya.

"Karena itu Pak Firli sebagai jenderal polisi ingin mengaktifkan kembali lembaga-lembaga pemberantasan korupsi di kepolisian, jadi bergabung aja kembali ke situ," paparnya.

"Jadi itu sangat mungkin terjadi, firli bahuri kembali ke kepolisian, itu bisa menjadi faktor pemberantasan korupsi baru," pungka Rocky Gerung.

Pendapat Pengamat

Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Zaenur Rohman menganggap, pernyataan Firli kepada Jokowi itu merupakan sesuatu yang ironis.

Halaman
12
Sumber: Tribun Palu
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved