Breaking News:

Temuan Terbaru:Infeksi Ulang Omicron 5 Kali Lebih Tinggi daripada Delta,Gejalanya Tidak Lebih Ringan

“Kami tidak menemukan bukti (risiko kasus rawat inap) Omicron memiliki tingkat keparahan yang berbeda dari Delta,” kata penelitian tersebut.

Editor: Imam Saputro
KOMPAS/RADITYA HELABUMI
Petugas Dinas Kesehatan DKI Jakarta usai memeriksa kesehatan karyawan Restoran Amigos di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2020). Restoran Amigos disebut sebagai salah satu tempat yang pernah dikunjungi warga Jepang dan warga Indonesia yang positif Covid-19 pada 14 Februari 2020. Pemilik restoran menghentikan sementara operasional restoran untuk melakukan pembersihkan lokasi dan memeriksa kesehatan para karyawan untuk memastikan tidak ada penularan virus korona baru. 

TRIBUNPALU.COM - Risiko infeksi ulang dari varian Omicron lima kali lebih tinggi dan gejalanya tidak lebih ringan daripada Delta.

Temuan tersebut merupakan hasil penelitian dari Imperial College London sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (17/12/2021).

“Kami tidak menemukan bukti (risiko kasus rawat inap) Omicron memiliki tingkat keparahan yang berbeda dari Delta,” kata penelitian tersebut.

Kendati demikian, para peneliti menggarisbawahi bahwa data pasien rawat inap dari varian Omicron masih sangat terbatas.

Penelitian tersebut juga mempertimbangkan berbagai faktor seperti status vaksinasi, usia, jenis kelamin, etnik, status tanpa gejala, wilayah, dan tanggal spesimen.

“Ini menyiratkan bahwa perlindungan terhadap infeksi ulang oleh Omicron dari infeksi Covid-19 di masa lalu mungkin hanya sekitar 19 persen,” sambung penelitian itu.

Di sisi lain, studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Imperial College London tersebut masih harus menjalani peer-reviewed sebagaimana dilansir Reuters.

Jauh sebelumnya, SARS-CoV-2 Immunity & Reinfection Evaluation (SIREN) dari Inggris merilis hasil studi bahwa infeksi Covid-19 pertama menawarkan perlindungan 85 persen selama enam bulan berikutnya.

Kini, Imperial College London memberikan pandangan baru mengenai potensi infeksi ulang dari varian Omicron.

Data yang dianalisis oleh Imperial College London didasarkan pada 333.000 kasus Covid-19.

Di antara kasus tersebut terdapat 122.062 kasus varian Delta dan 1.846 kasus Omicron melalui pengurutan genom.

Temuan baru tersebut dapat mempercepat aturan pembatasan yang lebih ketat di sejumlah negara Eropa dalam upaya untuk membendung penyebaran varian Omicron.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Infeksi Ulang Omicron 5 Kali Lebih Tinggi daripada Delta, Gejalanya Tidak Lebih Ringan"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved