Sulteng Hari Ini

Sulteng Ekspor Kelapa Bulat dan Tepung Kelapa ke Amerika dan Tiongkok, Jumlahnya 1.071 Ton

Pemecahan kendi oleh Sekda Prov Sulteng dan Kepala Karantina Pertanian Sulteng serta lainnya sebagai tanda dilepasnya Ekspor Komoditas Pertanian, Juma

Penulis: Nur Saleha | Editor: Haqir Muhakir
TRIBUNPALU.COM/NUR SALEHA
Pemecahan kendi oleh Sekda Prov Sulteng dan Kepala Karantina Pertanian Sulteng serta lainnya sebagai tanda dilepasnya Ekspor Komoditas Pertanian, Jumat (31/12/2021) siang. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Nur Saleha

TRIBUNPALU.COM, PALU - Balai Karantina Pertanian (BKP) kelas ll Palu gelar Gebyar Ekspor Komoditas Pertanian akhir tahun 2021, Jumat (31/12/2021) siang.

Kegiatan tersebut dilakukan di kantor Balai Karantina Pertanian Kota Palu Jl Garuda, Kelurahan Birobuli Utara, Kecamatan Palu Selatan, Sulawesi Tengah.

Pada gebyar ekspor itu, BKP Palu mengekspor kelapa bulat dan tepung kelapa.

Total ekpor sebesar 1.071 ton atau senilai Rp 5,7 miliar.

Kelapa bulat dan tepung kelapa itu dikirim BKP Kelas ll Palu dengan tujuan Negara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Baca juga: DPRD Banggai Tindaklanjuti Aduan Warga soal Dampak Lingkungan Perusahaan Nikel PT KFM

Baca juga: 32 ASN di Parimo Sulteng Disidang Kode Etik, di Antaranya Masih Menunggu Keputusan

Kepala Karantina Pertanian Sulteng Amril menyampaikan, pada tahun 2021 saat ini di Sulawesi Tengah telah meningkat ekpor komoditasnya sebesar 3 persen.

Katanya, pada tahun 2021 ekpor komoditas dengan nilai Rp. 459 miliyar dan tahun 2020 dengan nilai Rp. 444 miliyar.

Pada tahun 2020 itu lanjut Amril, negara tujuan ekspor yakni Tiongkok, Vietnam, Jepang, Korea Selatan, US, Perancis, Brazil, Australia, Srilanka, Pakistan, Kanada, Malaysia dan Slovenia.

"Komoditas perkebunan masih menjadi komoditas yang rutin di ekspor yang diikuti oleh komoditas pangan dan hortikultura, pada tahun ini seperti kakao biji, olahan kelapa (tepung kelapa, VCO, CO, air kelapa, dan serabut kelapa), kelapa biji, jagung biji, bawang merah, dan durian," ungkap Amril.

Amril menambahkan, pada tahun 2021 ini banyak komoditas baru yang di ekspor dengan tujuan negara baru.

Contoh tujuan negara baru yaitu Jepang yang menjadi tujuan baru terhadap rempah-rempah antara lain pala biji, lada biji, vanili, bawang merah, ketumbar, kunyit, sereh kopi, dan durian montong.

"Sulteng sendiri masih banyak komoditas pertanian yang sangat potensial dan berpotensi di ekspor seperti kelor merah khatulistiwa, sarang burung walet dan durian montong. Ini tentunya perlu di dorong karena hilirnya sudah jelas dan diminati di pasar ekspor," ungkapnya.

"Melalui program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) akan terus mendorong komoditas potensial/emerging ekspor di Sulteng," tambah Amril

Sementara, Gubernur Sulteng diwakili Sekda Prov Sulteng Faizal Mang menyampaikan, Gebyar Ekspor tutup tahun 2021 menjadikan perekonomian nasional maupun daerah sebagai langkah strategis dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional.

"Untuk mendukung lebih tumbuhnya komoditas pertanian di Sulteng, pemerintah daerah sendiri telah melakukan optimalisasi pada semua sektor baik dari hulu hingga hilir, bahkan sangat membuka diri bagi investor yang ingin berinvestasi dalam rangka peningkatan produksi komoditas pertanian," jelas Faisal.

Pada Gebyar Ekspor itu juga dilakukan penyerahan sertifikat kepada perusahaan yang telah bekerjasama dengan BKP Palu.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo dan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Listyo Sigit Prabowo.

Serta turut hadir secara langsung juga Kapolda Sulteng, Walikota Palu, pimpinan instansi kementerian dan daerah, eksportir, pelaku usaha perusahaan pelayaran, pelindo, UMKM, dan asosiasi. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved