Breaking News:

Palu Hari Ini

Kelurahan Duyu Miliki 3 Tempat Pandai Besi untuk Lestarikan Senjata Tradisional Khas Kaili

Kelurahan Duyu memiliki tiga tempat kerajinan pandai besi yang hingga kini masih aktif membuat Senjata Tradisional Khas Kaili jenis parang atau guma.

Penulis: Alan Sahrir | Editor: Haqir Muhakir
Handover/Ahmad Fauzan
Senjata Tradisional Khas Kaili jenis parang atau guma 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Kelurahan Duyu memiliki tiga tempat kerajinan pandai besi yang hingga kini masih aktif membuat Senjata Tradisional Khas Kaili jenis parang atau guma.

Pertama berada di RW 3, Jl Tangiso, atas nama mangge Muzakir atau yang biasa dipanggil dengan sebutan om Jaki.

Kedua, kedua berada di Jl gawalise sebelah selatan jembatan Binangga Sowa, atas nama manggi Hafid atau biasa dipanggil dengan sebutan Om Hapi.

Ketiga, berada di Jl Gawalise atas nama mangge Sofyan atau biasa dipanggil dengan nama kesehariannya Om Pian.

Lurah Duyu Ahmad Fauzan mengatakan, setidaknya masih ada tiga pandai besi di wilayahnya yang membuat dan melestarikan kearifan lokal Kaili dalam hal senjata tradisional.

Baca juga: Keseruan Wali Kota Palu dan Sejumlah Siswa di Watusampu saat Jajal Bus Sekolah Milik Pemkot

Parangkusumo tersebut bisa digunakan sebagai alat untuk berkebun maupun berumah tangga dan ada juga replika Guma yang dapat dijadikan barang koleksi.

"Kita ketahui bahwa di momen hari pahlawan tanggal 10 November 2021 kemarin telah diresmikan museum senjata tradisional Guma dan tanggal 10 November juga dijadikan sebagai hari Guma atau Eyo Guma atas inisiasi komandan dan jajaran Korem 132 Tadulako para pemerhati budaya dan adat serta pusaka tanah Kaili," ungkap Ahmad Fauzan, Rabu (5/1/2022) sore.

Ahmad Fauzan menuturkan, Para pemilik pandai besi tersebut dapat membuatkan Guma mulai dari bahan bila dari besi tertentu sesuai pesanan.

"Handle/hulu dari bahan tanduk berbagai jenis maupun warangka atau sarung dari bahan kayu pilihan serta dengan tali pengikat yang menambah kedigdayaan sebuah Replika atau parang," beber Ahmad Fauzan.

Untuk itu Ahmad Fauzan mengajak seluruh warga Kota Palu untuk terus menjaga dan melestarikan kearifan budaya Kaskus suku Kaili berupa parang atau guma. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved