Breaking News:

3 Tahun Bencana Sulteng

Ketua Perindo Palu Minta Pemkot Fokus Penanganan Bencana

Saat ini para penyintas terkhusus di Petobo, Talise dan Balaroa menantikan janji kampanye Hadianto Rasyid-Reny Lamajido

Penulis: Alan Sahrir | Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM/ALAN
Ketua DPC Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Kota Palu Andrianto Gultom 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM,PALU - Ketua DPC Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Kota Palu Andrianto Gultom mengingatkan Wali Kota Palu Hadianto Rasyid untuk fokus penyelesaian penanganan bencana2018 silam.

Andrianto Gultom menyebut, masih banyak para penyintas berada selter pengungsian atau Hunian Sementara (Huntara) di Kota Palu.

Hal ini membuktikan keberpihakan Pemkot Palu dalam menyelesaikan persoalan bencana masih minim.

"Penanganan bencana harusnya menjadi prioritas untuk diselesaikan, apalagi waktu penanganannya sudah cukup lama yakni tiga tahun," ungkap Andrianto Gultom, Rabu (5/1/2022) sore.

Menurut Andrianto Gultom, saat ini para penyintas terkhusus di Petobo, Talise dan Balaroa menantikan janji kampanye Hadianto Rasyid-Reny Lamajido pada Pilwalkot 2020.

"Mereka mengatakan akan menuntaskan persoalan bencana dalam jangka 6 bulan. Komitmen ini kemudian mengantarkan keduanya sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palu hingga periode 2024," terangnya.

Baca juga: Update Corona Indonesia Rabu 5 Januari 2022: Ada 404 Kasus Baru, 180 Sembuh & 4 Orang Meninggal

Andrianto Gultom menilai, keberpihakan Wali Kota Palu dalam hal kebijakan anggaran dalam penanganan bencana belum terlihat.

"Saya melihat miris ketika Pemerintah Kota Palu memfokuskan persoalan Adipura dengan mengadakan 46 mobil sampah dari 122 mobil yang telah dipesan. Menurut saya hal itu hanya menghambat percepatan pembangunan hunian tetap dan pemulihan ekonomi bagi para penyintas. Karena pengalihan anggaran yang difokuskan pemulihan bencana berkurang," jelasnya.

Andrianto Gultom menduga, anggaran untuk pembangunan rumah dan pemulihan ekonomi penyintas itu dialihkan ke pengadaan mobil sampah. 

Andrianto Gultom meyakini persoalan bencana tidak dapat terselesaikan pada akhir masa jabatan Hadianto-Reny 2023.

"Dalam artian nasib para penyintas belum dapat terselesaikan lagi diperiode walikota baru. Padahal warga kita sangat mengharapkan keberpihakan pemerintah dalam persoalan mereka," ucap Andrianto Gultom.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved