Breaking News:

Palu Hari Ini

Walikota Palu Bakal Tertibkan Hewan Ternak Berkeliaran di Tempat Umum

Pemerintah Kota Palu bakal menertibkan rombongan sapi (Rosa) dan rombongan kambing (Roka) yang berada di tempat-tempat umum.

Penulis: Alan Sahrir | Editor: Moh Salam
Handover
Wali kota Palu Hadianto Rasyid (kiri) bersama Ketua TP PKK Kota Palu. 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Pemerintah Kota Palu bakal menertibkan rombongan sapi (Rosa) dan rombongan kambing (Roka) yang berada di tempat-tempat umum.

Hal itu diutarakan Wali Kota Palu Hadianto Rasyid, saat berada di Kantor Kelurahan Buluri, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, Rabu (5/1/2022).

Wali Kota Palu Hadianto Rasyid mengatakan, dalam waktu dekat akan bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk menertibkan hewan ternak berkeliaran di jalan umum.

"Jadi Pemerintah Kota Palu bersama pihak kepolisian akan menertibkan hal yang berhubungan dengan rombongan sapi dan kambing," ungkap Walikota Palu, Rabu (5/1/2022).

Ketua Partai Hanura Sulteng itu menjelaskan, akan mengeluarkan surat edaran kepada masyarakat agar seluruh hewan ternaknya digembala dengan baik.

"Dengan berat hati saya sampaikan ke masyarakat bahwa dengan kita melibatkan kepolisian untuk menangani Rosa dan Roka ini, maka pemerintah akan mengeluarkan Surat Edaran kepada seluruh masyarakat bahwa semua sapi dan kambing harus dikembala dengan baik," tuturnya.

Baca juga: Dulu Disebut Polwan Tercantik, Kini Penampilan Eka Frestya Berubah Drastis, Rambut Jadi Panjang

Baca juga: Teroris MIT Poso Ditembak Mati Saat Membawa Bom dan Bubuk Mesiu, Kemana Tujuannya?

Pria kelahiran 10 Juli 1975 itu menuturkan, kepada pemilik hewan ternak harus mengembala sapi dan kambingnya dengan cara memberikan pakan dikandangnya.

"jika tidak dapat digembala dengan baik maka disarankan untuk jangan di keluarkan dari kandang, silahkan berikan pakan dikandang," ujar Hadianto.

"kami akan lakukan operasi, dan selama dua minggu ke depan akan mulai diefektifkan penegakan hewan ternak itu," tambahnya.

Ketua PSSI Sulteng itu menyebutkan, saat operasi penertiban hewan ternak di tempat umum maka pemiliknya dapat diancam pidana dan denda maksimal Rp 50 juta.

"Barangsiapa kemudian sapi dan kambingnya teridentifikasi berada di jalan atau ditempat-tempat yang berpotensi menganggu ketertiban umum, maka pemilik akan diproses secara hukum oleh pihak kepolisian dan ini diancam pidana dan denda maksimal Rp 50 juta untuk pelanggaran tersebut," tandas Walikota Palu. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved