Breaking News:

Palu Hari Ini

Perindo Palu Sebut Anggaran Bencana Dialihkan ke Pembelian Mobil Sampah

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Perindo Kota Palu Andri Gultom mengatakan, penanganan bencana harusnya menjadi prioritas untuk diselesaikan.

Penulis: Moh Salam | Editor: Muh Ruliansyah
TRIBUNPALU.COM/ALAN
Ketua DPC Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Kota Palu Andrianto Gultom 

TRIBUNPALU.COM - Partai Persatuan Indonesia (Perindo) mengingatkan Wali Kota Palu Hadianto Rasyid untuk fokus pada penyelesaian penanganan bencana 28 September 2018.

Masih banyaknya para penyintas yang berada di selter pengungsian atau hunian sementara membuktikan keberpihakan Pemerintah Kota Palu dalam menyelesaikan persoalan bencana masih minim.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Perindo Kota Palu Andri Gultom mengatakan, penanganan bencana harusnya menjadi prioritas untuk diselesaikan.

Apalagi waktu penanganannya sudah cukup lama yakni tiga tahun.

Baca juga: Info Cuaca Hari Ini Kamis 6 Januari, BMKG: 29 Provinsi Indonesia Waspadai Terjadinya Cuaca Ekstrem

Menurut Andri, saat ini para penyintas terkhusus di Petobo, Talise dan Balaroa menantikan janji kampanye Hadianto Rasyid-Reny Lamajido pada Pilwalkot tahun 2020.

Utamanya terkait penuntasan bencana dalam jangka 6 bulan.

Komitmen ini kemudian mengantarkan keduanya sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palu hingga periode 2024.

"Keberpihakan Wali Kota Palu dalam hal kebijakan anggaran dalam penanganan bencana belum terlihat. Sehingga Perindo mengingatkan pentingnya janji kampanye itu agar segera ditunaikan," kata Andri Gultom kepada media, Rabu 5 Januari 2022.

Dia menyayangkan Pemerintah Kota Palu memfokuskan persoalan Adipura dengan mengadakan 46 mobil sampah dari 122 mobil yang telah dipesan.

Menurutnya, hal itu hanya menghambat percepatan pembangunan hunian tetap dan pemulihan ekonomi bagi para penyintas.

Karena pengalihan anggaran yang difokuskan pemulihan bencana berkurang. 

"Karena anggaran yang seharusnya untuk pembangunan rumah dan pemulihan ekonomi penyintas itu dialihkan ke pengadaan mobil sampah.  Apa urgensinya Adipura ketimbang saudara kita yang masih berada di Huntara yang tidak layak lagi," tambahnya.

Jika keberpihakan pada penanganan bencana ini minim, ia meyakini persoalan bencana tidak dapat terselesaikan pada akhir masa jabatan Hadianto-Reny di tahun 2023.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved