Breaking News:

KKB Papua

KKB Papua Ketakutan Diburu 3 Pasukan Elit TNI, Tuduh Indonesia Lakukan Kejahatan Kemanusiaan

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua menyebut pemerintah Indonesia telah melakukan kejahatan kemanusiaan.

Editor: Muh Ruliansyah
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Ilustrasi Paskhas TNI AU Pasukan Elite yang Tak Tumbang Diserang KKB Papua 

TRIBUNPALU.COM - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua menyebut pemerintah Indonesia telah melakukan kejahatan kemanusiaan.

Hal itu disampaikan KNPB yang merupakan organisasi pendukung gerakan terorisme KKB Papua selama ini.

Mereka menyebut perubahan dari Satgas Nemangkawi menjadi Operasi Damai Cartenz tidak akan menyelesaikan konflik di Papua.

KKB Papua pun mengeluhkan dikirimnya tiga pasukan elit TNI di bulan Januari 2022.

Baca juga: Presiden KKB Papua Kirim Pesan ke Jokowi, Nekat Usir WNI hingga Minta Referendum

Baca juga: Bos KKB Papua Ini Pernah Ancam Jokowi, Tak Segan-segan Ciptakan Neraka Peperangan Bagi Penentangnya

Mereka menuduh hal tersebut sebagai langkah Indonesia melanjutkan operasi militer di Papua.

"Tanggal 7 Januari 2022, 1 Batalyon Pasukan Khusus (Paskhas) dikirim ke Papua dan Papua Barat. Tanggal 9 Januari, 1 Bataylon Infanteri (Yonif) Raider Khusus 136/Tuah Sakti di Batam dikirim ke daerah rawan hadapi TPNPB. Sementara 450 pasukan Yonif Prabu Kian Santang dikirim akhir bulan Januari ini," kata juru bicara KNPB Ones Suhuniap.

KNPB pun menyerukan perlawanan dan tetap angkat senjata menghadapi TNI-Polri.

Baca juga: KKB Papua Marah Besar Disebut Teroris, Klaim Diri Sebagai Korban Pelanggaran HAM: Kami Dinjak-injak

Padahal di sisi lain, TNI-Polri melalui Operasi Damai Cartenz akan merubah pendekatan penyelesaian konflik di Papua dengan pembinaan masyarakat.

"Oleh sebab itu kami menyampaikan kepada rakyat luas agar berdiri bersama dalam barisan perlawanan," kata Ones.

Foto Ilustrasi - KKB Papua
Foto Ilustrasi - KKB Papua (Handover)

"60 tahun Papua termiskin di Indonesia, manusianya sedikit lagi habis," tambahnya.

Baca juga: Pentolan KKB Jadi Presiden Sementara, Benny Wenda: Hukum Indonesia Tak Berlaku di Papua Barat

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved