Breaking News:

Trending Topic

MUI Sulteng: Kasus Pemerkosaan Santriwati Nodai Marwah Pondok Pesantren

Kasus pemerkosaan terhadap santriwati di Bandung, Jawa Barat, telah menodai marwah Pondok Pesantren. 

Penulis: fandy ahmat | Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM
Ucapan selamat jelang HUT pertama TribunPalu.com disampaikan Rektor Universitad Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Prof Sagaf S Pettalongi. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Tengah (Sulteng) mengingatkan setiap guru menahan diri agar tak terjerumus dalam kasus kekerasan seksual terhadap anak. 

Hal itu disampaikan Wakil Ketua MUI Sulteng Prof Sagaf S Pettalongi dalam menanggapi kasus pemerkosaan 13 santriwati di pondok pesantren. 

"Untuk guru di lingkungan pendidikan dan pondok pesantren di Sulteng agar menempatkan diri sebagai sebagai seorang pendidik dan orangtua bagi murid-muridnya," ujar Prof Sagaf saat dihubungi, Sabtu (15/1/2022). 

Prof Sagaf menuturkan, kasus pemerkosaan terhadap santriwati di Bandung, Jawa Barat, telah menodai marwah Pondok Pesantren. 

Baca juga: MUI Sulteng Sebut Pelaku Pemerkosaan 13 Santriwati di Bandung Layak Dituntut Hukuman Mati

Baca juga: Pimpinan Pondok Pesantren di Banggai Ditetapkan Tersangka Kasus Dugaan Penganiayaan Santriwati

Menurutnya, tindakan tersebut merupakan kejahatan kemanusiaan terlebih dilakukan seorang pimpinan pondok pesantren. 

Prof Sagaf mendukung tuntutan hukuman mati terdakwa Herry Wirawan oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. 

"Perilakunya yang bejat itu bukan hanya telah mencederai nilai-nilai agama dan moral, tetapi juga mencederai lembaga pendidikan Islam khususnya pondok pesantren,"ucapnya.(*) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved