Terungkap Identitas Nakes yang Suntikkan Vaksin Kosong ke Siswi di Medan, Merupakan Seorang Dokter

Terungkap identitas seorang tenaga kesehatan yang menyuntikkan vaksin kosong ke seorang siswi di Medan merupakan seorang dokter.

freepik
Illustrasi Vaksinasi COVID-19 

TRIBUNPALU.COM – Beredar luas di media sosial sebuah video yang menunjukkan seorang tenaga kesehatan yang menyuntikkan vaksin kosong ke seorang siswi SD Wahidin, Kecamatan Medan Labuhan Kota Medan.

Dalam video yang beredar di media sosial tampak seorang dokter mengambil jarum suntik yang masih tersegel kemudian langsung menyuntikkan ke seorang siswi tanpa mengambil cairan vaksin terlebih dahulu.

Video tersebut tersebar luas di media sosial dan mendapatkan perhatian khusus dari beberapa pihak.

Setelah diselidiki pihak berwajib, pelaku suntik vaksin kosong terhadap bocah SD itu akhirnya terungkap.

Dikutip dari TribunMedan, pelaku merupakan seorang dokter di sebuah rumah sakit Kota Medan berinisial TGA.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Taufik Ririansyah juga membenarkan status vaksinator yang menyuntik vaksin kosong merupakan seorang dokter bukan perawat.

"Vaksinator merupakan seorang dokter bukan nakes atau perawat. Dia bekerja di salah satu rumah sakit disini," ujarnya.

Taufik juga menyebut adanya kemungkinan jika dokter tersebut juga menyuntikan vaksin kosong ke beberapa siswa SD lainnya. 

Ketua IDI Sumatera Utara dr. Ramlan Sitompul SpTHT-KL (K), dalam konferensi pers di aula Mapolres Pelabuhan Belawan mengungkapkan jika pihaknya menyesalkan adanya perbuatan nakes tersebut.

"Kami dari pengurus wilayah sangat menyesalkan terjadinya kejadian seperti itu. Kami sudah melihat dan sekilas mempelajari bahwa dari video yang kita lihat itu ada hal-hal yang tidak semestinya terjadi seperti itu," ungkapnya mengutip dari Tribun Medan , Jumat (21/1/2022).

Diketahui dalam penyelidikannya, bahwa vaksinasi tersebut diinisiasi oleh Polres Pelabuhan Belawan dengan peserta 500 anak namun baru tercapai 460 anak.

Terlihat saat konferensi pers, dokter berinisial TGA tersebut terlihat terus menundukkan kepalanya.

"Kepada pihak Polri, masyarakat, IDI Sumut dan IDI Medan saya mohon maaf atas kesilapan yang saya perbuat ini," kata dokter berinisial TGA.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan agar pihak terkait mempertanggung jawabkan hal tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Palu
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved