Fakta Kekejaman Bupati Langkat, 40 Orang Diduga Disiksa Bak Binatang di Dalam Kerangkeng

Bupati tersebut diduga telah melakukan aksi perbudakan modern. Berikut fakta-fakta penjara manusia di rumah Bupati Langkat

Editor: Putri Safitri
(TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN/Polda Sumut)
Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin-angin mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (20/1/2022) dini hari. KPK resmi menahan Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin-angin bersama lima orang lainnya yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) serta mengamankan barang bukti berupa uang sebesar Rp 786 juta terkait pekerjaan pengadaan barang dan jasa tahun 2020 sampai 2022 di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNPALU.COM - Kabar terkait Bupati Langkat, Sumatera Utara menghebohkan publik.

Bupati tersebut diduga telah melakukan aksi Perbudakan Modern.

Dugaan terhadap Terbit Rencana Peranginangin ini, bermula dari ditemukannya kerangkeng manusia di rumah pribadi Bupati Langkat nonaktif tersebut.

Kerangkeng ini kemudian menuai rasa curi banyak pihak.

Lantara kareangkeng tersebut dinilai melanggar hak asasi manusia.

Termasuk dari Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi.

Mantan ketua PSSI ini mengaku belum tahu perihal adanya kerangkeng khusus di kediaman pribadi Bupati Langkat, Terbit Rencana Peranginangin.

Ketika dimintai tanggapannya, orang nomor satu di Pemprov Sumut itu terkejut lantaran tak percaya.

"Untuk apa di rumahnya ada kerangkeng?" ucap Edy Rahmayadi, Senin (24/1/2022).

Mantan Pangkostrad itu mengaku akan mengecek terlebih dahulu.

Menurutnya, kerangkeng atau penjara di Indonesia hanya bisa dikelola oleh aparatur penegak hukum, bukan disiapkan orang pribadi.

"Saya cek dulu. Yang pastinya, kalau itu untuk menghakimi orang kan nggak boleh. Penjara saja, sebelum putusan hakim inkrah, tak boleh menahan orang di kerangkeng, itu yang sah ya, apalagi di rumah ada kerangkeng," sebutnya.

Edy pun bercerita dahulu ketika awal dirinya aktif berdinas di militer, di setiap satuan memang dipersiapkan kerangkeng atau penjara.

Namun kini tempat tersebut hanya ada di satuan Polisi Militer.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved