Bacaan dan Tafsir Surah Al Buruj Ayat 1 hingga 5, Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin dan Artinya

Berikut ini TribunPalu sampaikan bacaan Surah Al Buruj ayat 1 hingga 5 lengkap dnegan tafsir dan artinya.

handover/esqnews.id
ILUSTRASI- Baca Alquran 

Bacaan dan Tafsir Surah Al Buruj Ayat 1 hingga 5, Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin dan Artinya

TRIBUNPALU.COM - Surah Al Buruj merupakan salah satu surah yang ada di dalam kitab suci Al Quran.

Surah ini terdiri dari 22 ayat yang tergolong dalam Surah Makiyah.

Dikategorikan sebagai Surah Makiyah karena Surah Al Buruj turun di Kota Mekah.

Surah Al Buruj menjadi surah yang ke-85 di dalam Al Quran.

Nama Al Buruj diambil dari ayat pertamanya yang berarti 'gugusan bintang'.

Melansir dari tayangan YouTube Saifullah Oemar, Surah Al Buruj secara garis besar menceritakan tentang 4 hal.

Pertama ialah sikap dan tindakan orang kafir terhadap pengikut Rasulullah SAW.

Kemudian surah ini juga menjelaskan tentang bukti kekuasaan dan keesaan Allah.

Surah Al Buruj juga sebagai isyarat dari Allah SWT kepada orang kafid di Mekkah yang ditimpa azab jika mereka tidak bertaubat.

Terakhir, surah Al Buruj juag menjadi jaminan terhadap kemurnian Al Quran.

Untuk mengetahuinya lebih detail, berikut TribunPalu sampaikan bacaan dan tafsirnya yang dilansir dari laman Quran Kemenag.

Baca juga: Bacaan dan Tafsir Surah At Tariq Ayat 11 hingga 17, Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin dan Artinya

FOTO ILUSTRASI: Membaca Al Quran
FOTO ILUSTRASI: Membaca Al Quran (Tribunnews Style)

Bacaan Surah Al Buruj Ayat 1 hingga 5

وَالسَّمَاۤءِ ذَاتِ الْبُرُوْجِۙ - ١

1. was-samā`i żātil-burụj

Artinya: Demi langit yang mempunyai gugusan bintang,

وَالْيَوْمِ الْمَوْعُوْدِۙ - ٢

2. wal-yaumil-mau'ụd

Artinya: dan demi hari yang dijanjikan.

وَشَاهِدٍ وَّمَشْهُوْدٍۗ - ٣

3. wa syāhidiw wa masy-hụd

Artinya: Demi yang menyaksikan dan yang disaksikan.

قُتِلَ اَصْحٰبُ الْاُخْدُوْدِۙ - ٤

4. qutila aṣ-ḥābul-ukhdụd

Artinya: Binasalah orang-orang yang membuat parit (yaitu para pembesar Najran di Yaman),

النَّارِ ذَاتِ الْوَقُوْدِۙ - ٥

5. an-nāri żātil-waqụd

Artinya: yang berapi (yang mempunyai) kayu bakar,

Baca juga: Bacaan dan Tafsir Surah At Tariq Ayat 1 hingga 10, Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin dan Artinya

Tafsir Surah Al Buruj Ayat 1 hingga 5

Ayat 1

Allah bersumpah demi tiga hal yang luar biasa, baik kejadian maupun prosesnya. Demi langit luas yang mempunyai gugusan bintang atau orbit-orbit bintang ketika beredar di angkasa, yang menjadi penanda kekuasaan Allah yang tidak terbatas.

Dalam ayat ini, Allah bersumpah dengan langit yang mempunyai gugusan bintang-bintang yang luar biasa besarnya dan tak terhitung jumlah bintang di dalamnya. Sebagian sangat jauh jaraknya dari bumi sehingga cahayanya dalam perhitungan biasa baru sampai kepada kita setelah ribuan tahun lamanya, bahkan ada pula yang setelah miliaran tahun. Allah bersumpah dengan gugusan bintang karena mempunyai keajaiban yang luar biasa dan mengandung hikmah yang besar dan banyak serta sangat berguna bagi manusia dalam kehidupannya. Berbagai keajaiban dan hikmah itu menunjukkan kepada kita tentang kebesaran penciptanya yang Mahakuasa dan Mahatinggi ilmu-Nya serta Mahabijaksana.

Ayat 2

Dan demi hari yang dijanjikan. Itulah hari kiamat, kebangkitan, dan perhitungan yang pasti datang dengan segala kejadian dan kerepotan yang luar biasa di dalamnya.

Dalam ayat kedua, Allah bersumpah dengan hari yang dijanjikan-Nya, yaitu hari Kiamat, serta hari kepastian dan pembalasan. Ketika itu, hanya kekuasaan dan hukum Allah-lah yang berlaku.

Ayat 3

Demi orang yang menyaksikan hari yang dijanjikan itu dan kejadiankejadian mengerikan dan mencengangkan yang disaksikan oleh mereka pada hari itu.

Dalam ayat yang ketiga, Allah bersumpah dengan alam semesta ini yang dapat memalingkan perhatian. Ringkasnya, Allah bersumpah dengan alam semesta agar dapat memalingkan manusia memikirkan kebesaran dan keagungan-Nya, agar mereka dapat mengambil manfaat dari apa yang dapat mereka lihat itu dan agar mereka mencurahkan perhatiannya untuk dapat memperoleh hakikat dan rahasia alam yang masih tersembunyi.

Ayat 4

Allah melaknat penguasa kafir dari Najràn, sebuah wilayah di Yaman saat ini, yang berbuat keji terhadap kaum beriman. Terlaknat dan binasalah orang-orang yang membuat parit untuk dijadikan ladang pembantaian terhadap kaum beriman yang tidak mau murtad. Merekalah para pembesar Najran di Yaman.

Dalam ayat-ayat ini diterangkan bahwa Allah telah membinasakan Najran, sebuah kota di Yaman, karena penduduknya telah menyiksa dan membunuh para pengikut Nabi Isa (orang-orang Nasrani) yang meninggalkan agama pembesar-pembesar negeri itu, yaitu agama Yahudi dan memeluk agama yang dibawa oleh Nabi Isa dengan memasukkan mereka ke dalam parit-parit yang telah mereka gali dan diberi api yang menyala-nyala. Orang-orang kafir negeri itu duduk di sekitar parit-parit itu menyaksikan siksaan yang tidak berperikemanusia-an itu. Siksaan itu sebenarnya tidak patut mereka lakukan sebab orang-orang itu tidak mempunyai kesalahan yang besar. Mereka menyiksa hanya karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Terpuji, yang mempunyai kerajaan langit dan bumi serta berkuasa atas semua yang ada pada keduanya. Sungguh tidak ada jalan bagi orang yang zalim itu untuk lari dari kekuasaan-Nya. Bagi orang-orang mukmin siksaan dan pembunuhan ini hanyalah merupakan cobaan dan ujian yang akan membawa mereka kepada kebahagiaan abadi apabila mereka tetap sabar dengan tetap beriman kepada Allah.

Ayat 5

Mereka membuat parit yang berapi dan dinyalakan dengan kayu bakar hingga membara untuk membakar kaum beriman.

Dalam ayat-ayat ini diterangkan bahwa Allah telah membinasakan Najran, sebuah kota di Yaman, karena penduduknya telah menyiksa dan membunuh para pengikut Nabi Isa (orang-orang Nasrani) yang meninggalkan agama pembesar-pembesar negeri itu, yaitu agama Yahudi dan memeluk agama yang dibawa oleh Nabi Isa dengan memasukkan mereka ke dalam parit-parit yang telah mereka gali dan diberi api yang menyala-nyala. Orang-orang kafir negeri itu duduk di sekitar parit-parit itu menyaksikan siksaan yang tidak berperikemanusia-an itu. Siksaan itu sebenarnya tidak patut mereka lakukan sebab orang-orang itu tidak mempunyai kesalahan yang besar. Mereka menyiksa hanya karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Terpuji, yang mempunyai kerajaan langit dan bumi serta berkuasa atas semua yang ada pada keduanya. Sungguh tidak ada jalan bagi orang yang zalim itu untuk lari dari kekuasaan-Nya. Bagi orang-orang mukmin siksaan dan pembunuhan ini hanyalah merupakan cobaan dan ujian yang akan membawa mereka kepada kebahagiaan abadi apabila mereka tetap sabar dengan tetap beriman kepada Allah.

(TribunPalu/Hakim)

Sumber: Tribun Palu
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved