BMKG Berikan Prediksi Kapan Puncak Musim Penghujan, Imbau Waspada Bencana Hidrometeorologi

BMKG memberikan prediksi kapan puncak musim hujan di Indonesia dan meminta masyarakat untuk selalu waspda terhadap ancaman bencana hidrometeorologi.

Editor: Imam Saputro
Handover
Kondisi Jalur Trans Kebun Kopi Kilometer 12, Rabu (6/10/2021) malam. 

TRIBUNPALU.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan prediksi kapan puncak musim hujan di Indonesia dan meminta masyarakat untuk selalu waspda terhadap ancaman bencana hidrometeorologi.

Bencana banjir dilaporkan terjadi di banyak daerah di Indonesia sejak awal Januari 2022.

Menurut laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir di awal 2022 dilaporkan menerjang sejumlah daerah, di antaranya yakni:

  • Aceh Timur (Aceh)
  • Padang Lawas (Sumatera Utara)
  • Semarang (Jawa Tengah)
  • Bungo (Jambi)
  • Kediri (Jawa Timur)
  • Nunukan (Kalimantan Utara)
  • Jayapura (Papua)
  • Cirebon (Jawa Barat)
  • Balangan (Kalimantan Selatan)
  • Solok (Sumatera Barat)
  • Jember (Jawa Timur)
  • Hulu Sungai Tengah (Kalimantan Selatan)
  • Garut (Jawa Barat)
  • Konawe (Sulawesi Tenggara), hingga
  • DKI Jakarta.

Kendati banyak faktor yang memengaruhi terjadinya banjir, hujan dengan intensitas tinggi atau ekstrem diduga menjadi salah satu penyebab.

Kapan puncak musim penghujan?

Koordinator Bidang Analisis Variabilitas Iklim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Supari mengatakan, sebagian wilayah di Indonesia belum melalui puncak musim hujan.

Wilayah yang dimaksudkannya yakni Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

"Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, puncaknya Januari-Februari. Jadi masih sangat mungkin ada hujan-hujan lebat," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, baru-baru ini.

Pihaknya memperkirakan, puncak musim hujan di 244 dari 342 zona musim (ZOM) di Indonesia terjadi pada dua bulan pertama 2022.

Artinya, mayoritas wilayah di Indonesia saat ini masih berada di tengah puncak musim hujan.

Akhir musim penghujan, imbuhnya diprediksi akan terjadi pada April-Mei mendatang.

Faktor penyebab banjir

Menurutnya, faktor penyebab banjir beragam. Namun, ia tidak sependapat apabila hujan dengan intensitas tinggi menjadi faktor tunggal yang dapat menyebabkan banjir.

"Hujan yang esktrem hingga batas tertentu tidak selalu menjadi bencana selama lingkungannya baik," sebut Supari.

Sebaliknya, jika lingkungan rusak namun tidak terjadi hujan, banjir juga disebut tidak mungkin terjadi.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved