Menko Perekonomian

Pemerintah Tingkatkan Porsi Kredit UMKM agar Berkontribusi Lebih Besar pada Perekonomian Nasional

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menyampaikan opening speech secara virtual dalam Kajian Buku Pembiayaan UMKM di Kota Makas

Penulis: Miranti | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menyampaikan opening speech secara virtual dalam Kajian Buku Pembiayaan UMKM di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (27/1/2022). 

TRIBUNPALU.COM - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kembali menyelenggarakan Kajian Buku Pembiayaan UMKM di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (27/1/2022).

Hal itu lanjutan rangkaian dari kegiatan tersebut yang telah dilaksanakan di Surabaya, Bengkulu, dan Medan.

Saat menyampaikan opening speech secara virtual, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan peran UMKM sebagai pilar pertumbuhan ekonomi selama pandemi Covid-19.

“Tingkat resiliensi yang tinggi dari UMKM membuatnya menjadi buffer pada berbagai krisis ekonomi. Pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong pemberdayaan UMKM agar dapat naik kelas dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian Indonesia,” ungkap Menko Airlangga. 

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kembali menyelenggarakan Kajian Buku Pembiayaan UMKM di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (27/1/2022).
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kembali menyelenggarakan Kajian Buku Pembiayaan UMKM di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (27/1/2022). (Handover)

Menko Airlangga menyebutkan bahwa UMKM berperan sebagai motor penggerak bagi perekonomian nasional mengingat kontribusinya terhadap PDB yang mencapai 61% dengan kemampuan penyerapan tenaga kerja sebanyak 97% dari total penyerapan tenaga kerja nasional.

Baca juga: Meski Banyak Manfaat, Ketumbar Terlalu Banyak Ternyata Bisa Beri Masalah Pernafasan dan Nyeri Dada

Selain itu, UMKM juga berperan penting dalam mendorong peningkatan investasi dan ekspor Indonesia.

Total investasi di sektor UMKM tercatat sebesar 60% dari total investasi nasional dan kontribusinya terhadap ekspor non migas nasional sebanyak 16%.

Perjalanan pembiayaan kredit UMKM sejak tahun 1999 dilakukan Pemerintah antara lain melalui skema Imbal Jasa Penjaminan, subsidi bunga, dan berbagai kegiatan jaminan lembaga keuangan mikro, serta jaminan melalui asuransi.

Pemerintah juga terus mendorong pembiayaan UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), dengan suku bunga KUR yang diturunkan hingga mencapai titik terendah yaitu 6% efektif per tahun sejak 2020.

Bahkan di masa pandemi Covid-19 Pemerintah memberikan tambahan subsidi bunga KUR 6% pada 2020 sehingga suku bunga KUR menjadi 0%, dan tambahan subsidi bunga KUR sebesar 3% pada 2021 sehingga suku bunga KUR hanya 3% sampai dengan akhir 2021.

Dalam rangka mempercepat pemulihan ekonomi nasional melalui sektor UMKM pada 2022, Pemerintah kembali memberikan tambahan subsidi bunga KUR sebesar 3% selama 6 bulan, hingga 30 Juni 2022.

Baca juga: Gading Marten dan Gisella Kerap Didoakan Rujuk oleh Warganet, Gibran Marten:Dia Itu Gak Bisa Musuhan

“Porsi kredit UMKM masih stagnan di kisaran 18% terhadap kredit perbankan nasional. Presiden telah memberikan arahan untuk meningkatkan porsi kredit UMKM tersebut menjadi 30% di tahun 2024,” ujar Menko Airlangga.

Pencapaian target 30% tersebut diharapkan dapat mendorong penciptaan dan pengembangan usaha di sektor UMKM untuk mengurangi pengangguran dan meningkatkan kontribusi UMKM bagi perekonomian nasional.

Pemerintah terus berupaya untuk mendukung UMKM nasional melalui kebijakan KUR tahun 2022. "Tahun 2022 ini, Pemerintah kembali meningkatkan plafon KUR menjadi Rp373,17 triliun dan memperpanjang tambahan subsidi bunga KUR 3% sehingga suku bunga KUR 3% berlanjut hingga akhir Juni 2022,” ujar Menko Airlangga.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved