Breaking News:

Sahabat Ungkap Kondisi Jurnalis Maxi Wolor Sebelum Meninggal, Masih Sehat dan Ceria

Kabar meninggalnya Maxi Wolor mengejutkan banyak pihak khususnya di kalangan jurnalis.

Penulis: fandy ahmat | Editor: Muh Ruliansyah
Kolase TribunPalu.com
In Memoriam Maxi Wolor 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Kabar meninggalnya Maxi Wolor mengejutkan banyak pihak khususnya di kalangan jurnalis.

Hal ini pun disampaikan sahabat dari mendiang Maxi Wolor, Jeis Montesori dalam pertemuan secara virtual bersama kalangan jurnalis, Kamis (27/1/2022) malam.

Jeis merupakan sahabat sekaligus rekan Max sesama jurnalis di Kota Palu sebelum dirinya hijrah ke ibu kota Jakarta.

Sesaat setelah Max meninggal, Jeis mengaku menerima telepon dari istri almarhum yang akrab disapa Mama Erick.

Maxi Wolor
Maxi Wolor (handover/facebook)

Kepada Jeis, Mama Erick menceritakan keadaan sang suami masih sehat bahkan sempat menghadiri pesta di dekat rumahnya.

Namun tiba-tiba, mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu periode 2001-2002 itu terjatuh di tempat acara dan kemudian meninggal dunia.

"Semalam Pak Max datang ke acara di dekat rumah dalam keadaan sehat, ceria dan tidak  ada keluhan sakit. Namun dia terjatuh dan menurut keluarga, Pak Max kemungkinan mengalami stroke, pecah pembuluh darah. Itu disampaikan istri Pak Max," tutur Jeis.

Jeis juga mengungkapkan, Mama Erick merasa terhibur ketika dirinya menyampaikan bahwa teman-teman sesama jurnalis mengadakan pertemuan untuk mengenang sosok Maxi Wolor.

Jenazah Max rencananya dimakamkan hari ini, Jumat (28/1/2022) di kampung halamannya di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Meski sudah berpuluh-puluh tahun tinggal di Jakarta, Jeis menyebut masih mengenal rekan-rekan kerjanya di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Jeis menceritakan, dirinya kerap dilibatkan oleh Max dalam liputan penting saat masih menjadi reporter di Bumi Tadulako.

Baca juga: Jurnalis Senior Max Wolor Wafat, Pendiri AJI Palu dan Pernah Jadi Anggota DPRD Lembata

Ia juga menjadi bagian dalam pembentukan AJI Palu bersama Maxi Wolor, M Noor Korompot, Ria Sabri dan lainnya pada tahun 1998.

Meski ikut dalam mendirikan AJI Palu, Jeis justru bergabung dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) setempat atas permintaan Maxi Wolor.

Ia menyimpan cerita itu berpuluh-puluh tahun dan baru mengungkapnya ketika Maxi Wolor meninggal dunia.

Cerita Jeis itu sekaligus untuk meluruskan persepsi rekan-rekannya yang menyebut dirinya enggan bergabung dengan AJI Palu.

"Jeis kau bantu saja PWI. Biarlah anak-anak muda ini bangun AJI Palu untuk tercipta keseimbangan. Biar gerakan reformasi juga bisa muncul di PWI," kata Jeis menirukan ucapan Maxi Wolor.

"Saat itu banyak teman-teman bilang kok saya tidak mau di AJI, bukan. Itu memang permintaan Pak Max. Kalimat itu tidak akan pernah hilang di benak saya," ucapnya menambahkan. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved