Kamis, 23 April 2026

Memanas! Ngabalin Tantang Rocky Gerung Debat Langsung: Kejeniusanmu Harus Diuji

Ali Mochtar Ngabalin menantang pengamat politik Rocky Gerung untuk berdebat secara langsung.

kolase Kompas.com
Rocky Gerung dan Ali Mochtar Ngabalin. 

TRIBUNPALU.COM - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin menantang pengamat politik Rocky Gerung untuk berdebat secara langsung.

Pria yang akrab disapa Ngabalin tersebut mengundang Rocky Gerung untuk hadir di kanal YouTube miliknya, yaitu Serbet Ngabalin.

Melalui cuitan di akun Twitternya Ngabalin menumpahkan kekesalannya pada sosok Rocky Gerung.

Ngabalin tampaknya geram dengan pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oleh Rocky Gerung soal pemindahan Ibu Kota Negara (IKN).

Menurut Ngabalin pernyataan-pernyataan yang selama ini dikeluarkan oleh Rocky Gerung harus diuji.

Rocky Gerung dianggap sedang membentuk opini bahwa pernyataan Ali Mochtar Ngabalin dinilai rasis.

Tak hanya itu, Ngabalin juga mengungkapkan bahwa pernyataan Rocky Gerung banyak yang tidak nyambung.

Baca juga: Ngabalin Sebut Pemindahan IKN Akan Putus Mata Rantai Apa-apa Orang Jawa, Rocky: Salah Narasi

Baca juga: Ahok Berpeluang Dipilih Jokowi untuk Pimpin IKN, Ngabalin: Kenapa Mesti Ada yang Resah dan Gelisah?

"Rocky, kejeniusanmu hrs diuji mumpung anda sdg bekerja keras membentuk opini mensejajarkan pernyataan saya dgn pernyataan tmn-mu yg RASIS.

Kapan ke Serbet Ngabalin? public speaking kamu hrs nyambung antara lidah&otakmu sblm mengomentari sesuatu," tulis Ngabalin di akun Twitter pribadinya.

Diketahui sebelumnya, Rocky Gerung juga sempat menyoroti pernyataan Ngabalin.

Ngabalin menyatakan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur akan memutus mata rantai 'Apa-apa orang Jawa'.

Ngabalin mengatakan bahwa pemindahan IKN ke Kalimantan Timur adalah bukti pemerintah serius memeratakan pembangunan, agar tidak terpusat di Pulau Jawa.

"Sebagian besar APBN hanya berputar di Jawa."

"Jadi gagasan pertama dan utama dari pemindahan IKN ini adalah agar indonesia tidak menjadi Jawa sentris," kata Ali Ngabalin, Minggu (30/1/2022).

Hal ini bukan tanpa alasan, karena Pulau Jawa selalu menjadi penyumbang terbesar bagi perekonomian Indonesia.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Pulau Jawa mencatatkan angka 57,55 persen untuk besaran Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal III-2021. Ini artinya perputaran ekonomi terbesar terjadi di Pulau Jawa.

Sementara, PDB di Pulau Kalimantan hanya tercatat sebesar 8,32 persen, Pulau Sulawesi sebesar 6,98 persen, serta Pulau Maluku dan Papua sebesar 2,45 persen.

"Dengan pemindahan IKN ini, perputaran APBN, alokasi keuangan, dan kebijakan yang tadinya berpusat di Pulau Jawa, dapat bergeser dan merata ke Pulau di luar Jawa."

"Ini akan memutus mata rantai 'apa-apa orang Jawa'" tutur Ali.

Pernyataan Ali Mochtar Ngabalin tersebut sontak mendapat tanggapan dari berbagai kalangan, salah satunya Rocky Gerung.

Rocky mengatakan bahwa Ngabalin tidak perlu dilaporkan ke polisi terkait pernyataannya yang menyinggung orang Jawa tersebut.

"Kalau Ali Mochtar Ngabalin yang ngomong nggak bakal diproses, ya juga nggak ada gunanya ngelaporin kan ini cuma sekedar ngomong dan nggak keluar dari analisis," ujar Rocky Gerung dikutip dari tayangan di kanal YouTube pribadinya.

Menurut Rocky Gerung, nasib Ngabalin sama seperti Edy Mulyadi.

Diketahui Edy Mulyadi dianggap menghina Kalimantan karena pernyataannya.

Padahal menurut Rocky Gerung, Edy Mulyadi dan Ngabalin sama-sama mengalami kesalahan narasi.

Oleh karena itu, Rocky menilai bahwa seharusnya Ngabalin dan Edy Mulyadi tidak perlu dilaporkan polisi.

"Ngabalin dan Edy Mulyadi sama aja, hanya melakukan semacam kesalahan narasi," ujarnya.

"Jadi kita nggak perlu melaporkan Ngabalin nggak perlu melaporkan Edy Mulyadi atau bahkan Arteria sebetulnya," imbuhnya.

(TribunPalu.com)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved