Palu Hari Ini
Pertanyakan Nasib Penyintas Bencana, Relawan Pasigala Kesulitan Temui BP2P Sulteng
Terdapat 73 keluarga masih bertahan huntara Kelurahan Layana Indah, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat
TRIBUNPALU.COM, PALU - Sejumlah aktivis dan relawan mempertanyakan nasib korban bencana gempa dan tsunami 2018 di Kota Palu.
Pasalnya, masih terdapat Penyintas mendiami shelter pengungsian atau hunian sementara (huntara).
Termasuk 73 keluarga masih bertahan huntara Kelurahan Layana Indah, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah.
"Ini sudah memasuki tahun keempat tetapi belum ada kepastian kapan para penyintas ini mendapat hunian yang layak," ujar Relawan Pasigala Moh Raslin, Kamis (3/2/2022).
Baca juga: Wali Kota Hadianto Sebut Permasalahan Penyintas Selesai Tahun Ini
Raslin menuturkan, pihaknya telah menggelar aksi di kantor Balai Pelaksana Penyedia Perumahan (BP2P) Sulawesi II setempat.
Dari aksi tersebut, disepakati Penyintas di Kelurahan Lere dan Layana Indah dipersilakan tinggal di hunian tetap Desa Pombewe, Kabupaten Sigi.
Akan tetapi, Raslin kesulitan menemui pihak BP2P Sulteng untuk mempertanyakan tindaklanjut dari kesepakatan tersebut.
"Kasatker atau kepala BP2P sangat susah kami temui. Tolong bapak jangan lari dan menghindar, temui kami. Bapak ditugaskan negara untuk mengakomodir hak-hak penyintas yang mendapat hunian," ucapnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/septic-tank-bocor2.jpg)