Jokowi Bagi-bagi Kaos Picu Kerumunan di Toba saat Omicron Mengancam, Istana: Keinginan Masyarakat

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bagi-bagi kaos di Toba, Sumatera Utara, Rabu (2/2/2022).

Editor: Muh Ruliansyah
YouTube/Sekretariat Presiden
Kunjungan Jokowi ke Toba, Sumatera Utara memicu kerumunan warga. 

TRIBUNPALU.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bagi-bagi kaos di Toba, Sumatera Utara, Rabu (2/2/2022).

Tak ayal, aksi presiden itu menimbulkan kerumunan. Padahal, saat ini Indonesia sedang menghadapi lonjakan kasus positif Omicron, sebuah varian baru Covid-19.

Sebelumnya, Presiden Jokowi selalu mengingatkan agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan dan menghindari kerumunan.

Baca juga: Sentil Jusuf Kalla, Habib Kribo: Nggak Mungkin Terorisme Lahir Dari Diskotik

Kerumunan di saat kunjungan Presiden Jokowi itu beredar viral di media sosial.

Video tersebut diambil saat Presiden Jokowi mengunjungi Pasar Porsea di Kabupaten Toba.

Dalam video yang beredar, tampak warga mengerumuni Presiden Jokowi saat turun dari mobil.

Warga tampak ingin mendekati Kepala Negara sembari memanggil nama Jokowi.

Sejumlah petugas keamanan dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) berusaha menghalangi warga yang mendekat ke Jokowi, tetapi antusiasme warga tak terbendung.

Warga semakin tak terkendali ketika Jokowi memberikan sejumlah kaus berwarna hitam kepada warga.

Baca juga: Habib Bahar Disebut Sekarat di Penjara Akibat Dipukuli, Kuasa Hukum Ungkap Kondisi Sebenarnya

Kerumunan itu seharusnya tidak akan terjadi jika Presiden Jokowi tidak melakukan kunjungan ke tempat keramaian.

Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono mengakui adanya kerumunan dalam kunjungan Presiden Jokowi di Kabupaten Toba.

Menurut dia, petugas dan warga sulit untuk mengatur jarak saat Presiden Jokowi datang.

"Mereka sangat antusias. Contohnya di Kabupatan Dairi, sejak 1974, tahun baru ini presiden hadir di kabupaten itu sehingga antusias," ujar Heru ketik dikonfirmasi, Jumat kemarin.

Saat disinggung apakah ada cara lain agar momen menyapa Presiden dan momen pembagian kaus tidak menimbulkan kerumunan, Heru mengatakan hal itu sulit dilakukan.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved