Bacaan dan Tafsir Surah Al Infithar Ayat 11 hingga 15, Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin & Artinya
Berikut ini TribunPalu sampaikan bacaan dan tafsir Surah Al Infithar ayat 11 hingga 15 lengkap dengan artinya.
Bacaan dan Tafsir Surah Al Infithar Ayat 11 hingga 15, Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin & Artinya
TRIBUNPALU.COM - Surah Al Infithar merupakan salah satu surah yanag ada di dalam kitab suci Al Quran.
Surah Al Infithar terdiri dari 19 ayat.
Surah ini terdapat di dalam Al Quran surah ke 82 setelah Surah An Naziat.
Surah Al Infithar termasuk ke dalam surah Makiyah karena diturunkan di Kota Mekkah.
Nama Al Infithar diambil dari ayat pertamanya yang berarti terbelah.
Melansir dari tayangan YouTube Firanda Andirja, Ustaz Dr Firanda Andirja M.A menjelaskan bahwa surah ini menceritakan dahsyatnya hari kiamat.
Sebelumnya ia menjelaskan terdapat tiga surah yang membicarakan tentang dahsyatnya hari kiamat.
Ketiga surah itu antara lain Surah At Takwir, Al Infithar dan Al Insyiqaq.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
نْ سَرَّهُ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ كَأَنَّهُ رَأْيُ عَيْنٍ. فَلْيَقْرَأْ: إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ، وَإِذَا السَّمَاءُ انْفَطَرَتْ، وَإِذَا السَّمَاءُ انْشَقَّتْ
Aartinya: “Barangsiapa yang ingin merasakan hari kiamat seperti menyaksikannya dengan mata kepala sendiri, hendaklah ia membaca “idzas syamsu kuwirat, idzas samaaunfatarat, dan idzas samaaunsyaqat”. (HR At-Tirmidzi no. 3333)
Lebih lanjut, Surah Al Infithar turun untuk mengingatkan orang-orag kafir yang telah diberikan nikmat yang berlimpah oleh Allah SWT.
Tak hanya orang kafir saja, orang yang tak beriman kepada Allah SWT dan hari kebangkitan juga diperingatkan dalam surah tersebut.
Untuk mengetahuinya lebih lanjut, Anda dapat menyimak bacaan dan tafsir Surah Al Infithar yang TribunPalu lansir dari laman Quran Kemenag RI.
Baca juga: Bacaan & Tafsir Surah Al Kahfi Ayat 71 hingga 75, Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin & Artinya
Bacaan Surah Al Infithar Ayat 11 hingga 15
كِرَامًا كَاتِبِيْنَۙ - ١١
11. Kiraaman kaatibiina
Artinya: yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (amal perbuatanmu),
يَعْلَمُوْنَ مَا تَفْعَلُوْنَ - ١٢
12. Ya’lamuuna maa taf’aluuna
Artinya: mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.
اِنَّ الْاَبْرَارَ لَفِيْ نَعِيْمٍۙ - ١٣
13. Inna al-abraara lafii na’iimin
Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan,
وَّاِنَّ الْفُجَّارَ لَفِيْ جَحِيْمٍ - ١٤
14. Wa-inna alfujjaara lafii jahiimin
Artinya: dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka.
يَصْلَوْنَهَا يَوْمَ الدِّيْنِ - ١٥
15. Yashlawnahaa yawma alddiini
Artinya: Mereka masuk ke dalamnya pada hari pembalasan.
Baca juga: Bacaan dan Tafsir Surah Al Infithar Ayat 6 hingga 10, Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin dan Artinya
Tafsir Surah Al Infithar Ayat 11 hingga 15
Ayat 11
Mereka adalah makhluk yang mulia di sisi Allah karena kepatuhan dan ketaatan mereka, dan yang tidak pernah luput mencatat amal perbuatanmu, dari yang baik hingga yang buruk, dari yang kecil hingga yang besar.
Ayat-ayat ini memberi peringatan kepada orang-orang kafir yang tidak mempercayai hari kebangkitan agar mereka tidak terus-menerus lalai dan ingkar serta tidak bersiap-siap menyediakan bekal untuk menghadapi hari perhitungan karena menyangka tidak ada yang mengawasi tingkah laku dan perbuatan mereka. Allah menjelaskan dalam ayat ini bahwa ada malaikat-malaikat yang diberi tugas mengawasi dan mencatat semua perbuatan manusia, baik yang buruk maupun yang baik, dan yang dilakukan dengan terang-terangan atau sembunyi-sembunyi. Malaikat yang mulia ini mencatat semua amal manusia.
Ayat 12
Para malaikat itu mencatat perbuatanmu dengan rinci dan mereka mengetahui apa saja yang kamu kerjakan.
Dalam Al-Qur'an, para malaikat itu disebut Raqib dan 'Atid. Allah berfirman: (Ingatlah) ketika dua malaikat mencatat (perbuatannya), yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri. Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat). (Qaf/50: 17-18) Para malaikat mengetahui apa yang dilakukan manusia dan mencatatnya. Tidak ada informasi dalam Al-Qur'an bagaimana para malaikat itu mencatatnya, namun kita percaya Allah punya sistem dan cara yang melampaui kemampuan manusia dalam pencatatan data tersebut.

Baca juga: Bacaan dan Tafsir Surah Al Infithar Ayat 1 hingga 5, Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin & Artinya
Ayat 13
Semua perbuatan manusia tercatat dalam buku catatan amal yang kelak akan diperlihatkan kepada mereka di akhirat. Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti, beriman, dan beramal saleh, benar-benar berada dalam surga yang penuh kenikmatan tiada tara, tak terbayangkan, apalagi terbandingkan dengan kenikmatan duniawi.
Ayat ini menjelaskan hasil atau akibat dari pencatatan amal manusia, yaitu adanya pahala dan surga bagi orang-orang yang berbuat kebajikan, dan azab bagi orang-orang yang berbuat maksiat dan dosa. Surga adalah balasan bagi orang-orang bertakwa dan beramal saleh. Allah berfirman: Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya, maka sungguh, surgalah tempat tinggal(nya). (an-Nazi'at/79: 40-41) Sedangkan orang-orang yang durhaka diazab Allah di api neraka. Allah berfirman: Maka adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sungguh, nerakalah tempat tinggalnya. (an-Nazi'at/79: 37-39)
Ayat 14
Dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka kepada Allah, enggan menaati-Nya, bahkan mengingkari, mendurhakai, dan menyekutukan-Nya, benar-benar berada dalam neraka yang penuh siksaan yang sangat mengerikan.
Ayat ini menjelaskan hasil atau akibat dari pencatatan amal manusia, yaitu adanya pahala dan surga bagi orang-orang yang berbuat kebajikan, dan azab bagi orang-orang yang berbuat maksiat dan dosa. Surga adalah balasan bagi orang-orang bertakwa dan beramal saleh. Allah berfirman: Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya, maka sungguh, surgalah tempat tinggal(nya). (an-Nazi'at/79: 40-41) Sedangkan orang-orang yang durhaka diazab Allah di api neraka. Allah berfirman: Maka adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sungguh, nerakalah tempat tinggalnya. (an-Nazi'at/79: 37-39)
Ayat 15
Mereka yang durhaka itu masuk ke dalamnya pada hari pembalasan, di mana semua manusia harus mempertanggungjawabkan tiap detail perbuatannya.
Allah menjelaskan sekali lagi bahwa orang-orang yang durhaka itu akan dimasukkan ke dalam neraka pada hari kiamat kelak. Itulah tempat kembali yang paling buruk. Allah berfirman: Dan orang-orang yang ingkar kepada Tuhannya akan mendapat azab Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. (al-Mulk/67: 6) Mereka kekal di dalam neraka selama-lamanya. Mereka tidak punya kemampuan untuk mengeluarkan diri mereka dari tempat itu karena tidak ada lagi penolong yang dapat membantu mereka. Allah berfirman: Mereka ingin keluar dari neraka, tetapi tidak akan dapat keluar dari sana. Dan mereka mendapat azab yang kekal. (al-Ma'idah/5: 37)
(TribunPalu/Hakim)