Jumat, 10 April 2026

Sigi Hari Ini

Sebanyak 43 Peserta Ikuti Turnamen Labyrinth Fun Battle Orienteering di Sigi

Sebanyak 43 peserta ikuti Turnamen Labyrinth Fun Battle Orienteering di Kabupaten Sigi

Handover
Peserta pada Turnamen Labyrinth Fun Battle orienteering di Masjid Al-Abrar Kelurahan Tinggede, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Sulteng 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Nur Saleha

TRIBUNPALU.COM, SIGI - Sebanyak 43 peserta ikuti Turnamen Labyrinth Fun Battle Orienteering di Kabupaten Sigi, Minggu (20/2/2022).

Turnamen tersebut digelar oleh Lembaga Petualang dan Pecinta Alam (LPPA) Tirauve dan Karang Taruna Moroso Tinggede.

Bekerjasama dengan Pengurus Federasi Orienteering Nasional Indonesia (FONI) Sulteng.

Berlokasi di Masjid Al-Abrar Kelurahan Tinggede, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah

Ketua LPPA Tirauve, Rehan Mufadal menuturkan, kejuaraan itu dikhususkan bagi pemula atau non podium di tiga kategori.

Menurutnya itu dikhususkan ke mereka yang belum pernah juara dengan jenis Orienteering Labyrinth Fun Battle tipe sprint O mix Labyrinth O.

“Ini bertujuan memberi kesempatan pemula untuk bersaing tanpa bersaing dengan para atlet yang sudah sering juara,” kata Ketua LPPA Tirauve. 

Baca juga: Pemkot Palu Ajak PMII Kota Palu Perangi Narkoba

Pada perlombaan tersebut, 43 peserta yang terdaftar bertarung di tipe Cross Orienteering dengan lintasan labirin dan lintasan sprint.

Para peserta akan menyelesaikan lintasan labirin terlebih dahulu kemudian melanjutkan ke lintasan sprint.

Menurut Rehan, kejuaraan Fun Battle Orienteering kembali terselenggara pada tahun 2022 ini sejak terakhir dilaksanakan pada tahun 2018.

“Selain itu, Tirauve juga rutin menggelar latihan gabungan (latgab). Ini merupakan salah satu bentuk untuk memperkenalkan olahraga Orienteering kepada masyarakat luas di daerah setempat,” ungkapnya.

Baca juga: 187 Peserta Ikuti Seleksi Guru Mengaji Kota Palu

Sementara Ketua Pengprov FONI Sulteng Mohamad Fauzan menyampaikan, dengan digelarnya kembali kejuaraan Orienteering di Sulteng diharapkan bisa memunculkan atlet-atlet muda yang dapat mengharumkan nama daerah.

“Orienteering di Sulteng sejauh ini jadi daerah yang paling aktif menggelar kejuaraan. Beberapa tahun sebelumnya para atlet kami juga sukses meraih gelar juara walau harus bersaing dengan anggota TNI,” pungkasnya.

Diketahui, Orientering merupakan olahraga yang membutuhkan kemampuan dan keterampilan navigasi menggunakan peta dan kompas. 

Para peserta dalam hal itu akan melakukan perjalanan dari satu titik ke titik lain atau point to point di alam bebas atau daerah yang belum dikenali sebelumnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved